Inspirasi


Belajar dari Para Jenius
Bagaimana cara orang jenius berpikir dan berusaha ? Ternyata ada beberapa hal positif yang dapat kita petik dan terapkan dalam pola belajar sehari-hari.

Pertama, lihatlah persoalan dari berbagai cara.
Jangan pernah puas dengan cara yang telah biasa. Terus berusaha untuk mencari cara baru. Apa yang bakal kita dapat kadang merupakan cara yang lebih praktis dan efisien.

Kedua, pergunakan visualisasi dan metafora.
Kemampuan untuk memvisualisasikan suatu persoalan adalah salah satu ukuran kejeniusan seseorang. Kenapa? Karena dengan demikian ia mampu menerjemahkan hal-hal yang sulit ke dalam bentuk yang lebih sederhana.

Ketiga, jangan pernah berhenti.
Orang gagal akan berhenti dan bertanya, “Mengapa saya gagal?” Sebaliknya, orang yang berpikiran jenius akan balik bertanya ke diri sendiri, “Apa yang telah saya lakukan?” Jadi tidak perlu buang waktu untuk meratapi kegagalan. Gunakan waktu seefisien mungkin untuk bangkit kembali dari kegagalan. Caranya? Tidak berhenti berusaha, melihat kembali, menganalisa dan mengevaluasi apa yang telah dilakukan.

Belajar pengalaman hidup dari Steve Jobs
Siapakah Steve Jobs itu? Steve Jobs adalah seorang CEO Apple Company (www.apple.com) di Amerika serikat. Bagi yang belum familiar saya jelaskan sedikit.
Beliau ini mempimpin salah satu perusahaan invovatif di dunia. Apple computer selalu melahirkan produk-produk inovatif sepert Apple Computer, MacBook dan yang paling ngetrend saat ini adalah Ipod.
Apple Company adalah salah satu market leader dalam perusahaan computer dan alat pemutar musik bergerak (MP3) yang membawa dunia ke dalam inovasi-inovasi baru.
Ternyata dibalik Apple Company ini ada seorang CEO bijak Steve Jobs yang semoga pengalaman hidupnya bisa memberikan manfaat untuk kita semua.Pidato ini iya sampaikan pada saat inagurasi kelulusan mahasiswa Stanford di Amerika.
Nasehat Steve Jobs: “*Kamu Harus Temukan Apa yang Kamu Sukai*” naskah pidato Steve Jobs, CEO Apple Computer dan Studio Animasi Pixar, di acara pelepasan mahasiswa Stanford, 12 Juni 2005.

 

Kisahnya dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia dan memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi. Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, maka saya pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya. Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran karena ingin bayi perempuan. Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya, mendapatkan telepon larut malam dari seseorang: “kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda berminat?

 

Mereka menjawab: “Tentu saja.” Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA. Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi.
Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi.
Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah. Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford, sehingga seluruh tabungan orang tua saya- yang hanya pegawai rendahan-habis untuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, saya tidak melihat manfaatnya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya. Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup mereka. Maka, saya pun memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang terbaik. Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang pernah saya ambil.
Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak saya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai.
Masa-masa itu tidak selalu menyenangkan. Saya tidak punya kamar kos sehingga menumpang tidur di lantai kamar teman-teman saya. Saya mengembalikan botol Coca-Cola agar dapat pengembalian 5 sen untuk membeli makanan.
Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapat makanan enak di biara Hare Krishna. Saya menikmatinya. Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa ingin tahu dan intuisi, ternyata kemudian sangat berharga.

Saya beri Anda satu contoh:
Reed College mungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi. Di seluruh penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangat indahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya. Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains.
Sangat menakjubkan.
Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik. Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu. Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah. Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang.
*Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang*.

Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang.

Anda harus percaya dengan intuisi, takdir, jalan hidup, karma Anda, atau apapun istilah lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyak perbedaan dalam kehidupan saya.
 

 

Cerita Kedua Saya: Cinta dan Kehilangan.
Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz dan saya mengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan produk terbaik kami-Macintosh- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30. Dan saya dipecat.
Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan?

Yah, itulah yang terjadi. Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya. Dalam satu tahun pertama,semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan. Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang. Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan.
Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya saya gagal mengambil kesempatan. Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya. Saya
menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley. Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal.
Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas.

Hal itu mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya.
Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan saya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple. Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa.
Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple. Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya.

 

 

*Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai. Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun
pasangan hidup Anda.*

Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat.

Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya. Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama- semakin mesra Anda dengannya. Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. Jangan berhenti.
 

 

Cerita Ketiga Saya: Kematian
Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: “Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar.” Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri:
“Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?” Bila jawabannya selalu “tidak” dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah.
Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu-semua harapan eksternal, kebanggaan, takut, malu atau gagal-tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian. Hanya yang hakiki yang tetap ada. Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak memiliki apa-apa.

Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.
Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan. Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati.
Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menit segala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang.
Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi keluarga Anda.

 

Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal.

 

Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut. Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor. Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana, mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi. Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang.
Itu adalah rekor terdekat saya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi. Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna:
Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya.

Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda. Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu.

Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma-yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengar kata hati Anda. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor dua.
Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama “The Whole Earth Catalog”, yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya. Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park, dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya. Waktu itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google: isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat.
Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi “The Whole Earth Catalog”, dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir. Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan di pagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang. Dibawahnya ada kata-kata: “*Stay Hungry. Stay Foolish.*” (Tetaplah Lapar. Selalu Merasa Bodoh). Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka. Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu. Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan Anda juga begitu.

Stay Hungry. Stay Foolish.

 

Terima kasih semuanya.

 

(unknown)

18 Rahasia Sukses Anthony Robbins

Kalau saya menyebut nama Anthony Robbins, sebagian besar rekan milis pasti sudah cukup familiar mendengar kisah suksesnya. Beliau dijuluki Pembicara termahal di dunia, karena sekali bicara Tony bisa dibayar $1 juta dolar lebih. Juga banyak sekali orang mengalami perubahan hidup yang cukup drastis setelah menghadiri seminarnya. Dimana Anthony Robbins mengadakan seminar disanalah orang berebut tempat hanya untuk mendengarkan pesan dan kisahnya. Sebuah pertanyaan yang sempat membuat saya penasaran adalah:
Apa yang membuat dia begitu sukses luar biasa? Dan apa rahasia suksesnya sehingga seminarnya dicari dan ditunggu-tunggu banyak orang? Ada banyak orang sukses setelah memodel gaya Anthony Robbins. Beberapa diantaranya Brad Sugars (Pembicara terbaik dari Australia ), Adam Khoo (pembicara muda dari Singapore ) dan di Indonesia salah satunya Tung Desem Waringin.

Saya ingin berbagi kepada rekan milis, tentang 18 Rahasia Sukses Anthony Robbins menjadi Pembicara terbaik dunia. Tulisan ini sangat bagus bagi siapa saja yang ingin sukses berbicara di depan public, termasuk para calon trainer dan motivator muda. Tulisan ini saya sarikan dari Michael Jeffreys dalam tulisannya “Success Secrets of Motivational Superstars? Dimana Michael Jeffreys mengupas sisi keberhasilan Anthony Robbins dalam mempersiapkan seminarnya. Dan bagaimana cara Anthony Robbins membawakan seminarnya sebagai seorang pelatih dan pembicara publik. Marilah kita membuka hati dan pikiran jernih, agar kita memetik manfaat dari sisi terbaik Anthony Robbins.


Rahasia #1: Melibatkan audien dalam presentasi secepat mungkin
Karena setiap peserta seminar datang dengan masih membawa motivasi masing-masing. Mereka mungkin masih belum begitu familiar dengan seminar yang mereka ikuti, juga belum tentu merasa nyaman dengan orang-orang baru dalam satu ruangan. Dengan melibatkan mereka segera, dan membuat mereka merasa nyaman akan menghilangkan kekuatiran dan kecemasan mereka. Sehingga membuat mereka ’feel at home? Di saat mereka sudah merasa nyaman dan ’good feeling?mudah bagi mereka untuk diajak tersenyum, gembira atau bahkan bermain sekalipun. Singkat kata: Semakin cepat mereka terlibat dengan apa yang bawakan pembicara, semakin cepat mereka lupa tentang diri mereka dan mereka akan memberi perhatian lebih kepada pembicara.

Apa yang membuat seminar Anthony Robbins begitu spesial? Saya masih ingat betul ketika menghadiri seminar Anthony Robbins ”Unleash The Power Within?di tahun 2004 di Singapore. Seminar AR diawali dengan suasana fun dan menyenangkan. Para peserta dengan jumlah tidak kurang dari 5000 orang sudah menunggu di depan pintu. Ketika pintu dibuka, semua orang dari berbagai macam background memasuki ruangan. Pemimpin event bersama Crew AR dengan diiringi musik yang penuh semangat menyambut setiap peserta yang menyerbu masuk ruangan. Semua peserta diajak bernyanyi dan melakukan gerakan mengikuti alunan musik. Saya sendiri awalnya juga kaget dengan suasana gembira dan riuh seperti itu, perasaan saya berubah menjadi larut gembira, tertawa sambil bergoyang bersama peserta yang lain. Dan tiba-tiba energi di dalam ruangan telah mencapai tingkat tertinggi. Lalu nampak lampu disorotkan ke belakang ruangan gedung, muncullah sosok Anthony Robbins sambil berlari melambaikan tangan menuju panggung acara. Gemuruh audiens oleh tepuk tangan dan suara menyambut kedatangan AR. Dengan senyum yang lebar AR menyapa audien ”Okay, anda di sini, saya di sini dan kita semua adalah orang-orang terbaik? Melihat pribadi AR menunjukkan dia begitu percaya diri, penuh power energi.

Ketika musik pembukaan berhenti, AR merentangkan tangannya, seperti sayap burung elang dan diikuti audien meneriakkan ”woooooo…… yesss?

Lalu AR berteriak ”jika anda happy di sini, katakan ”yes? ”Luar biasa, Sekarang saya ingin anda memperkenalkan diri anda ke 4-5 orang disekitar tempat duduk anda, go…?

Selama 1 jam pertama, Tony membawa audien seperti layaknya seorang pemimpin konser orkestra. Menit pertama dia mulai dengan sebuah cerita hidupnya dan membuat ekspresi wajah gembira yang menyebabkan audien tertawa histeris. Dan di menit berikutnya dia merendahkan nada suaranya seperti suara dan gaya anak-anak begitu menyentuh emosi audien. Lalu beberapa menit kemudian, dengan penuh perasaan, ia memukul dadanya dengan gerakan ”power move?untuk memberi kekuatan pada pesan yang baru saja disampaikan. Dengan wajah lucu dan menggembirakan ia menaikkan/menurunkan nada suaranya.Tony menyentuh audiens dengan nada suara, gaya funny, tanda ekspresi, gerak tubuh, dan semangat tinggi. Jika anda belum pernah menghadiri seminar Anthony Robbins, itu seperti naik roller coaster.

Ini adalah gaya khas AR dalam membuka seminar dengan penuh fun dan menggembirakan. AR telah membuat audien tertawa dan gembira. Menurut AR ini adalah awal state yang bagus untuk mulai masuk dalam seminar. Dan AR akan terus membuat audien-nya selalu dalam state yang bagus selama seminarnya berlangsung.


KARISMA ANTHONY ROBBINS

Respon audien kepada Anthony Robbins bisa diibaratkan seperti fans (penggembar) musik rock konser dari pada sebagai seorang pembicara seminar. Karena AR lebih sering ’Show a force?dengan menunjukkan penuh kharisma dan energi yang berlebih. Tanpa ragu-ragu AR bisa membawakan seminar tak ubahnya seperti seorang bintang. Tidak heran jika teman saya satu perjalanan, Yoseph, sebenarnya sudah pernah datang seminar AR tahun sebelumnya di Malaysia, masih mau ikut lagi di Singapore sebagai peserta. Bahkan teman baik saya di Surabaya yaitu Vincent Indra Galih, ternyata sudah ikut sejak tahun 2002 di Singapore, lalu menjadi crew dengan biaya sendiri di Malaysia tahun 2003 dan masih mau ikut lagi bersama saya sebagai peserta di Singapore.
Dia bercerita bahwa dia selalu memperoleh banyak hal baru setiap dia mengikuti seminar AR. Padahal biaya untuk ikut seminar boleh dikatakan tidak murah minimal uang 15-20 juta harus dikeluarkan.

Dan ternyata bukan hanya teman saya saja yang rela mengeluarkan biaya dan waktu demi mendengarkan AR dalam seminarnya, namun ada banyak orang-orang juga dari Indonesia maupun dari negara-negara lain hadir di sana lebih dari satu kali. Ini menunjukkan kharisma Anthony Robbins yang luar biasa. AR pandai meninggalkan kesan yang mendalam bagi semua pesertanya.

 

Rahasia #2: Komitmen Untuk Memberi Audien Lebih dari Yang Mereka harapkan
Mungkin ini yang menyebabkan mengapa banyak orang di Amerika, dari Eropa, Asia juga Australia menghargai Anthony Robbins bukan hanya sebagai pemandu seminar, tetapi sebagai sahabat dan pelatih pribadi. AR sering kali memberikan ilmunya lebih dari jadwal seminar. ”Saya tahu saya memberi anda sangat banyak, tapi sebenarnya saya ingin anda mendapatkan semua yang saya miliki.” , kata Tony. Seminar AR lebih sering selesai hingga 1-2 pagi. Karena seperti yang dia katakan, ”Saya komitmen untuk memberi audien saya lebih dari apa yang mereka harapkan.”

Berjalan diatas Bara Api
Saya masih ingat pengalaman saya di hari pertama seminar Anthony Robbins. Sekitar tengah malam di hari pertama seminar AR, peserta merasakan kecemasan, yang nampak dalam suasana ruangan. Bahkan ada beberapa peserta dari Indonesia yang bertanya satu sama lain “Apakah ini benar-benar sesuatu yang bagus jalan di atas bara api. Apakah nanti kaki saya tidak terbakar?”.
Melihat perasaan ketakutan di seluruh ruangan tersebut, AR dengan penguasaannya menggunakan humor untuk merubah nervous audien. Dan tiba saatnya AR mengatakan,”Sekarang waktunya kita pergi menuju bara api. Saya tidak ingin beberapa dari anda berpikir bagaimana jika kaki saya terbakar. Percaya pada diri anda. Anda lebih hebat dari bara api (ketakutan anda).”
Ia mengatakan dengan penuh canda dan ekspresif. Setelah beberapa humor, audien merasa cair dan tidak cemas lagi. Tips yang selalu diulang-ulang oleh AR adalah “Cool-moss, cool moss!”. Sapukan kaki anda diatas rumput basah dan diakhir perjalanan, masukkan kaki anda ke bak air.
Akhirnya semua peserta seminar keluar dari pintu ruangan menuju ke luar lapangan yang luas disambut oleh dentuman suara drum musik Afrika. Setelah melepas sepatu dan kaos kaki, AR sekali lagi mengulang-ulang tips aman untuk berjalan. Setelah mengambil fokus, Tony dengan celana setengah kaki, secara dramatis berjalan diatas bara api dengan kaki telanjang. Sambil meneriakkan “cool moss”. Langkahnya mantap, segar tetapi tenang, dan diselesaikan kurang dari 5 detik berjalan diatas api. Melihat AR sukses menyeberang api terbukti tanpa luka membuat peserta termotivasi dan siap mengikuti panduannya.
Segera para peserta, dokter, guru, ibu rumah tangga, sales, pengacara dan semua peserta melakukan berjalan diatas api menurut panduan AR. Setelah berhasil berjalan diseberang mereka diberi selamat dengan ceria oleh para crew, dan mereka disambut sebagai “firewalker”. Ini adalah malam yang mengesankan yang sulit untuk dilupakan oleh setiap peserta seminar.
Semula saya merasa takjub dan kagum tentang acara firewalk. Sampai pada november 2006 saya beserta rekan-rekan graduate AR Singapore diajak menjadi crew untuk acara “Unleash the Power within di Jakarta yang dipandu oleh Pak Tung DW beserta sekitar 8 team dari Anthony Robbins, dari mempersiapkan acara itu saya menjadi paham. Dan berkat juga bimbingan dari Mr. John Maisel (dari Firewalk Institute USA) saya menjadi mengerti mengapa kaki kita saat jalan tidak terbakar. Itu semua harus dipersiapkan dan membutuhkan perhitungan yang teliti. Saya tidak menyarankan anda para pembaca mencoba sendiri di tempat anda, karena tanpa pengetahuan yang cukup, firewalk sangat membahayakan dan beresiko. Kecuali oleh mereka para trainer yang telah mendapat training tentang firewak secara khusus. Jika anda penasaran dan ingin mengikuti atau mau mengadakan seminar firewalk, silahkan kontak kami.

Rahasia #3: Secara konstan upgrade materi anda untuk memastikan bahwa anda memberikan informasi yang terbaik kepada audien anda
NLP adalah ‘Basic Science’ ilmu Anthony Robbins.
Anthony Robbins memulai seminarnya di awal tahun 1980. Pesan yang disampaikan AR masih di seputar teknologi yang dikembangkan oleh John Grinder dan Richard Bandler yang biasa disebut NLP (Neuro Linguistic Programming). Teknik seperti matching, mirroring, modelling, anchoring dan reframing diajarkan oleh Tony sebagai tools (alat bantu) untuk membantu tiap orang menjadi komunikator yang lebih efektif. Sebagai mana dia berasumsi “Kualitas hidup kita ditentukan oleh kualitas komunikasi kita”.

Kepercayaan AR adalah setiap orang secara dramatis dapat meningkatkan kualitas hidupnya dengan belajar bagaimana mengatur ’state’-nya (semangat diri). Dan ”reframming” (bingkai ulang) setiap momen pengalaman hidupnya. Sehingga lebih punya daya kekuatan. AR mengatakan bahwa jika kita kurang kepercayaan diri, kita mempergunakan teknik yang disebut ”modelling”. Dimana kita menduplikasi ragam, cara, kebiasaan orang yang penuh keyakinan dan percaya diri, maka dengan segera kita akan mendapat kepercayaan diri yang besar. Dengan kata lain kita benar-benar bisa melatih diri kita untuk menjadi dan bertindak dalam cara yang baru.

Saya kira bukan hanya AR saja yang merasa bahwa NLP adalah jalan yang sangat efektif, banyak pembicara yang mempercayai NLP sebagai jalan paling cepat untuk berubah. Para terapis dan praktisi juga mempergunakan NLP untuk mengatasi pobia ribuan orang.
Dengan semangat dan keahlian komunikasi, AR secara powerful menggunakan alat NLP untuk membantu banyak orang untuk berubah. Dia melakukan terus menerus berkeliling lebih dari 100 kota besar di seluruh dunia. Dan setiap seminar biasanya dihadiri sekitar 1000-10.000 peserta.
Anda bisa membaca tentang Anthony Robbins di bukunya ”Unlimited Power’ dirilis tahun 1986.
Namun mulai sekitar tahun 1990 awal, AR mulai mengembangkan NLP menjadi teknik baru yang disebutnya NAC (Neuro Association Conditioning) bisa dibaca di bukunya yang berjudul ”Awaken the Giant Within” keduanya sudah terbit dalam edisi bahasa Indonesia.
Teknik NLP telah mengantarkan Anthony Robbins menjadi pembicara dan pelatih terkenal. Namun sekarang ini Anthony Robbins telah mengembangkan terus seluruh teknik dan strateginya dengan basis NAC bersama teamnya di Robbin Researc Institute di Amerika.
Goal AR dalam seminarnya adalah dia ingin selalu memberi audiennya informasi yang terbaik bagaimana seseorang mengalami perubahan dan berhasil dengan fantastis.

Pesan yang ingin dia katakan cukup sederhana: Jika anda menjadi top (teratas) di bidang anda, anda harus secara terus-menerus meng-upgrade materi anda untuk memastikan bahwa audien anda memperoleh informasi yang terbaik dari topik yang anda sampaikan. Jika anda tidak melakukan hal tersebut, orang lain akan dengan pasti melakukannya dan mereka-lah nantinya yang akan mencapai tangga teratas di bidang anda.

Rahasia #4: Jangan mengingat / menghafalkan materi pembicaraan anda, tapi jadilah ’produk’ dari materi anda

Awal Karir Sebagai Pembicara

Dari mana asalnya, Anthony Robbins memulai karir sebagai pembicara?

Dalam sebuah wawancara dengan Sharring idea Magazine pada Desember 1992. Melalui wawancara tersebut AR bercerita awal mula dia merintis sebagai pembicara public: 

“Mr. Cobb, guru sejarah saya di SMA yang pertama kali melihat potensi diri saya. Dia datang menemui saya di akhir pelajaran. Saya tidak pernah belajar berbicara sebelumnya. Ia mengatakan, “Saya ingin melihat kamu berbicara setelah selesai kelas ini.

Dia menekan pundak saya dan mengatakan, “You are a magical. You will be one of the best speakers who has ever spoken.” Saya mengatakan, “Are you crazy?”.

Mr. Cobb menjawab, Saya serius dengan kata-kata saya. Saya tidak ingin kamu menunggu sampai tahun depan. Saya ingin kamu berkompetisi di kelas public speaking minggu ini. Saya telah menemukan seorang pembicara, dan saya pikir kamulah orangnya. Saya ingin kamu berbicara dengan meyakinkan, dan persuasive. Persiapkan pembicaraanmu dan kamu pasti menang.”

 

Saya lalu mempersiapkan pidato saya di rumah. Saya tidak berpikir bahwa saya adalah seorang orator yang baik. Materi pidato saya, saya beri judul “The Will to Win”. Saya hanya membaca dan mengingat tentang topic itu. “Ini seluruh hidup saya! Inilah diri saya” Saya mengingat saat itu dan saya menjadi seseorang yang saya inginkan.

Anthony Robbins berhasil menjadi juara pertama dalam kompetisi pidato tersebut. Dan meskipun dia tidak tahu apa yang baru saja dia lakukan, namun dia telah menapaki langkah pertama  bahwa suatu hari dia akan menjadi pembicara motivasi paling sukses di negaranya.

Faktanya bahwa Anthony Robbins bukan hanya memberi materi yang dia ingat / sampaikan, tetapi dia telah mengalami perubahan dan menjadi sukses itulah yang ingin dia tularkan.

Sebagai pembicara sangat penting, bahwa anda bukan hanya memberi presentasi dari saku atau pikiran anda, tetapi anda seharusnya memberi audien dengan seluruh pikiran, tubuh dan jiwa anda. Bagaimana AR melakukan itu ? Dia mempraktekkan dulu semua yang dia sampaikan di atas panggung dan itu dia perlihatkan melalui kisah hidupnya. Sehingga dia bisa berbicara penuh energi dan sangat meyakinkan. Sehingga saat anda berbicara kepada audien anda, mereka bukan hanya mendengar kata-kata anda, tetapi juga merasakan apa yang anda sampaikan. Anda akan berbicara penuh emosional, dan audien yang tersentuh secara emosional akan mudah untuk mengikuti pesan yang anda sampaikan.

 

Rahasia #5: Lakukan hubungan dengan audien anda melalui beberapa cara seperti humor, kisah hidup, cerita, body language dll.

Lebih dari seorang Pembicara

“What I’ve committed to in my life, continuously, is finding out what are the best strategies (for maximizing one’s potential) and then sharing those strategies with people in a way that’s entertaining”  (Anthony Robbins)

 

Bagi Rekan-rekan graduate AR baik di luar negeri atau di Jakarta, apakah Anda masih ingat bagaimana gerakan2 AR mampu membangkitkan emosi dan semangat kita selama seminar. Masih ingatkah anda bagaimana gerakan ‘Shake the building’ atau lebih dikenal dengan Guncang Bumi ala Pak Tung. Gerakan Peak state menciptakan peak performance dan gerakan Power Move agar berani berjalan di atas bara api. Dan masih banyak lagi gerakan dan teknik seperti menciptakan dan menghapus anchor. Sebagian gerakan ini memang agak sulit dijelaskan dengan gamblang dalam tulisan ini, namun lebih mudah bila dialami secara langsung. Kalau rekan2 masih penasaran ingin tahu, bisa melihat VCD Anthony Robbins dengan judul Unleased The Power Within (2 vcd) atau The Keys to Unlimited Success (2 vcd).   

Menarik untuk dicatat bahwa Anthony Robbins bukan hanya berpikir bahwa dirinya hanya sebagai “pembicara” atau “motivator”, tetapi dia juga sebagai pendidik dan khususnya seorang ahli entertainment dan ahli dalam menggerakkan hati orang lain.

 

Berikut apa yang dituturkan oleh AR dalam wawancaranya:

“Berbicara adalah sebuah ketrampilan, komunikasi adalah kekuatan. Saya tidak melihat diri saya sebagai seorang pembicara, karena saya berpikir saya telah melakukan lebih dari seorang pembicara. Saya mempunyai sebuah keyakinan dan anggapan bahwa seseorang akan lebih senang mendapat entertain (hiburan) dari pada education (pendidikan/pelatihan). Jika anda bisa menghibur dan sekaligus memberikan pendidikan secara bersamaan, anda akan mempunyai peluang untuk mempengaruhi audien dengan jumlah yang jauh lebih besar.”

 

Seperti apa yang dilakukan AR, dia komitmen dengan apa yang dia impikan, menemukan strategi yang terbaik untuk memaksimalkan potensinya dan membagikan strategi tersebut kepada audien melalui entertainment.

 

Rahasia #6: Ingatlah bahwa apa yang anda jual bukan hanya “kata-kata” tapi perasaan dan emosi

Bagaimana cara Anthony Robbins membuat seminarnya menjadi menarik untuk diikuti? AR mengkombinasikan musik, gerakan, tarian, humor, bahasa tubuh, interaksi antar peserta, latihan grup kecil, refleksi diri, film, kisah cerita. Ini memungkinkan dia menyentuh audiennya dalam beberapa cara yang berbeda. Ia menstimulasi bukan hanya kata-kata yang dia sampaikan (audiory) dia juga menaikkan dan menurunkan suaranya (emotionally), dia juga bergerak dengan lincah (visual), dia mempergunakan musik (auditory & emosionally) dan dia memberi humor dalam seluruh seminarnya (perasaan feel good, physical & mentally).

Pendekatan seminar yang dilakukan Anthony Robbins seperti Steven Spielberg dalam membuat film-filmnya. Spielberg bukan hanya sebagai sutradara dan produser film terkenal, tetapi dia pandai mendramatisir situasi dan kejadian sehingga seolah-olah mendekati kenyataan. Pembaca tentu masih ingat dalam film Jurasic Park, yang sarat dengan musik, hewan purba dan gerakan efek video yang membuat jantung kita berdegup kencang merasakan ketegangan dalam film tersebut.

Kenyataanya Anthony Robbins dan Steven Spielberg, tahu bagaimana cara membuat audien dan pemirsanya tercengang, terbawa emosi melalui beberapa cara. Alasan mereka melakukan ini, karena mereka mengerti bahwa apa yang mereka jual bukan hanya kata-kata tetapi perasaan dan emosi.

 

Sebagai contoh: Bagaimana cara AR menggerakkan setiap orang untuk menyumbang foundation.

Anthony Robbins memiliki fondation (yayasan sosial) untuk rumah sakit, anak-anak putus sekolah dan kegiatan sosial lainnya. Di akhir seminar, dia mengambil waktu sekitar 15 menit untuk mengajak audien berdonasi.

 

Berikut petikan langsung AR:

”Kita semua tahu bagaimana pentingnya kita memperhatikan anak-anak putus sekolah, keluarga broken home, kemiskinan dan kesedihan seseorang di rumah sakit ataupun di dalam penjara. Namun saya ingin menceritakan kejadian beberapa minggu yang lalu tentang seorang sahabat bernama Tommy. Saat Tommy mendapat penawaran partisipasi dalam seminar, dia menerima amplop sukarela untuk Fondation. Lalu Tommy berkomitmen untuk menyisihkan uang sakunya  setiap bulan untuk disumbangkan.

Dalam amplopnya dia menulis, ”Tony ini uang saku saya selama satu bulan, saya percaya Anda akan menyumbangkan uang ini ke anak2 yang membutuhkan. Dan saya akan mengirimkan kepada Anda setiap bulan dari uang saku saya.” Tertanda Tommy. Ternyata Tommy baru berusia 8 tahun. Saya tergerak membaca surat tersebut. Selang beberapa minggu kemudian, saya ada keinginan telpon dia di negaranya. Namun yang menerima seorang Bapak, dan mengatakan terlambat, Tommy mengalami kecelakaan dan dia sudah meninggal 3 hari lalu. Dia menyampaikan ada titipan uang untuk disumbangkan ke fondation saya.

Saya sangat sedih terlambat bertemu dengan Tommy dan mengucapkan rasa terima kasih atas ketulusan hatinya. Saya terharu mendengar kisahnya yang tragis. Apakah anda bisa merasakan kesedihan yang saya rasakan atas kebaikan dan perhatian yang begitu berani dari seorang anak.Sekarang saya ingin bertanya pada Anda, siapa yang mau meneruskan cita-cita Tommy untuk membantu anak-anak yang kurang beruntung. Silahkan angkat tangan… Dan bila anda ingin anak-anak seperti Tommy punya masa depan segeralah bantu mereka. Go.. Sekarang silahkan masukkan donasi anda pada amplop yang anda pegang saat ini.”    

 

* (dan semua orang di dalam ruangan hall berduyun-duyun menyumbangkan sebagian uangnya sekaligus berkomitmen memberi sumbangan secara periodik beberapa bulan setelah seminar. Mudah-mudahan Anda bisa merasakan apa yang disampaikan Anthony Robbins diatas)

 

Rahasia #7: Jika anda ingin berbicara dengan perasaan, anda harus menjadi penuh emosi tentang topik anda

Inilah mengapa ketika anda berada di depan audien, dalam banyak kasus, anda berusaha mengalihkan perhatian audien ke slide di depan atau power point. Cara yang efektif adalah pergilah ke tempat duduk audien, sentuhlah sebanyak mungkin orang di pundaknya di sekitar anda berdiri. Ingat, mereka tidak akan menggigit anda, mereka akan senang dan menghargai anda. Dan jika memungkinkan, kunjungilah audien yang duduk dideretan paling belakang sekali waktu. Saya mengerti mungkin anda akan berpikir, saya nggak ada waktu jika sampai harus mengunjungi peserta seminar di deretan paling belakang.

Tetapi sekali lagi jagalah selalu prinsip ini di dalam pikiran anda bahwa “Saya harus melakukan segala sesuatu agar saya bisa membangun ‘ikatan batin’ dengan audien saya”. Apa artinya membangun ikatan batin? Baiklah saya jelaskan seperti ini, bila dalam cerita anda, anda menunjukkan perasaan sedih, audien secara spontan ikut juga merasa sedih. Jika anda tertawa keras, audien anda juga ikut bergembira tertawa seperti anda. Ingat jagalah selalu kedekatan dengan audien anda. Audien anda merasa dekat dengan anda, mereka akan merasa nyaman, dan mereka akan memberi perhatian penuh pada presentasi anda.

Jika ikatan batin sudah terbangun, bahkan Audien anda yang akan selalu ingin dekat terus dengan anda. Ini yang terjadi dalam seminar AR. Banyak peserta seminar yang datang dari negara selain Singapore, seperti Thailand, Hongkong, China, Malayasi, Indonesia bahkan beberapa dari Australia. Mereka juga rela membayar mahal untuk bisa duduk di kursi deretan depan. Padahal harganya dua kali lebih mahal dari harga tiket normal.

Salah satu ciri yang sering digunakan untuk melukiskan sosok Anthony Robbins adalah ‘Passion’. Dengan kata lain, AR memiliki ‘greget’ dan antusias yang cukup berlebihan ketika dia berbicara. Seperti beberapa contoh cerita tentang AR di tulisan sebelumnya. Bagaiman cara AR menyampaikan materinya dengan penuh semangat dan antusias?

 

Kuncinya : Jadilah Antusias tentang topik anda dan transfer-lah perasaan anstusias dan emosi tersebut kepada audien anda.

 

Kita sering mendengar seseorang berkata tentang seorang pembicara yang katanya ilmunya sangat mumpuni, tapi komentar yang bisa diberikan, “Dia membosankan, dia terlalu kaku.” Ini artinya adalah Dia sebagai seorang trainer tidak cukup mengekspresikan dirinya dalam setiap presentasinya.  Dia hanya berkata-kata menyampaikan pesan presentasinya tanpa menunjukkan  perasaan antusias dan emosi positip.

Kini selalu tanamkan dalam pikiran anda, Anda tidak akan berbicara dengan penuh emosi dan perasaan bila anda menghayati dan antusias yang tinggi tentang topik anda.

 

Itulah satu alasan mengapa AR berbicara dengan penuh perasaan, dia sangat bersemangat dengan materi yang dia sampaikan, dan dia berbagi teknik dan strategi cara merubah hidupnya.

 

Rahasia #8: Gunakan tubuh anda untuk mendukung apa yang anda sampaikan

Ada Tiga Kekuatan Anthony Robbins yang dominan:

  • Body Language
  • Tonal Variety    (dibahas pada Rahasia #9)
  • Humor   (dibahas pada Rahasia #10)

 

Disamping memiliki kekuatan diatas, AR juga dikenal jago (trampil) dalam memadukan ketiga hal tsb. diatas panggung:

1.        Kemampuannya menggunakan bahasa tubuhnya untuk mendukung dan menguatkan apa yang dia katakan secara verbal

2.        Dia juga jago dalam mendramatisir cerita, pesan dengan menaikkan atau menurunkan nada suaranya dengan tujuan semakin menguatkan impak apa yang dia katakan

3.        Timing (saat yang tepat) dalam memberikan humor spontan disetiap pesannya

 

Body Language

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dr. Albert Mehrabian, seorang Profesor dari UCLA University, menyimpulkan bahwa Faktor komunikasi personal adalah  7 persen dari kata-kata, 38 persen dari nada suara dan 55 persen dari bahasa tubuh. Dengan kata lain, ada pepatah yang mengatakan ‘Tindakan anda berbicara jauh lebih keras, Saya tidak bisa mendengar apa yang anda katakan”. Ini bukan hanya sekedar slogan. Ini adalah fakta yang sebenarnya. Dan itulah yang tidak bisa hilang dari Anthony Robbins.

Kata-kata yang bisa melukiskan bahasa tubuh AR diatas panggung adalah Dahsyat, dinamis, fantastis, hebat, luar biasa, sulit dipercaya, penuh percaya diri, powerful, penuh emosi, lucu, sexy. Kadang-kadang gerakannya cepat dan meledak-ledak seperti seekor harimau yang menyambar mangsanya. Dan sekali waktu dia seksi dan penuh kharisma, seperti aktor film Richard Gere di sebuah ruangan yang penuh dengan wanita. Sekali lagi itu semua tergantung dari point dan pesan yang dia buat untuk memberikan magic moment yang kuat bagi audiennya.

Ketika dia hendak menekankan pentingnya point yang akan disampaikan, dia akan sering memukulkan tangannya secara bersama, menepuk dada kuat-kuat, atau meninju telapak tangannya.

 

Pelajaran yang bisa diambil dari AR:

Jika anda sedang membawakan sebuah cerita, secara nyata, hayati dan hadirkan dalam diri anda, tentang karakter yang anda ceritakan. Ketika membuat sebuah point kunci, pastikan untuk menambahkan gerakan khas (atau disebut anchor) yang menguatkan point anda.

Sebenarnya kekuatan bahasa tubuh dari AR, ada di matanya. Jika dia mengekspresikan kekaguman, AR akan membuat matanya terlihat bulat dan besar secara spontan. Jika dia mengekspresikan orang yang lagi bingung, dia akan mengerutkan alisnya. Jika dia merasa tidak senang dengan kata atau tindakan seseorang, dia membuat kerut di dahi. Seperti apa yang saya tulis sebelumnya, atau bagi yang sudah pernah melihat AR secara langsung, AR tak ubahnya seperti seorang Aktor, yang menggunakan tubuhnya, dan suaranya, untuk menimbulkan perbedaan emosi yang bisa dirasakan jelas oleh audiennya, tergantung dari point yang dia tekankan.

 

Yang perlu anda ingat: mulut anda tidak harus melakukan semua pembicaraan, ijinkan tubuh anda, nada suara  dan ekspresi wajah untuk melakukan bagiannya.

 

Ingatlah Tukul Arwana

Sebagian besar dari Anda pasti pernah melihat Tukul show di acara Empat Mata yang disiarkan Trans7. Kalau saya boleh tanya pada rekan-rekan, “Apa yang khas dan sulit untuk dilupakan dari Sang Tukul Arwana?” Yang jelas, humornya segar dan alami, gerakan-gerakannya lucu yang sengaja dia ciptakan dan diulangi terus-menerus setiap kali dia tampil. Seperti misalnya gerakan tepuk tangan ala “simpanse”, kata-kata anchor “Kembali ke….Laptop”. Dan masih banyak gerakan dan gaya Tukul yang jenaka, celometan, olok-olok dan gaya macho ala Cover boy “Reynaldi”.

 

Bahkan yang pernah saya baca lewat email, salah satu pembicara dan juga kontributor di milis ini, Bapak Hari Subagya pernah secara panjang lebar mengupas Kisah Sukses Sang Tukul Arwana dari sisi yang berbeda. (Terima kasih Bung Hari, ide dan ceritanya sangat inspiratif)

 

Kalau boleh dikatakan, kekuatan Tukul bukan saja dari kata-kata saja, namun dikuatkan oleh nada suara, gerakan dan gaya yang selalu membuat orang sulit untuk tidak tertawa dan suka menonton aksinya di teve. Itulah yang dinamakan kekuatan sebuah ‘body language’.

 

Rahasia #9: Gunakan nada suara untuk menciptakan variasi emosi melalui presentasi anda

Tonal Variety (nada suara)

AR benar-benar seorang master yang memberi efek penuh emosional bagi audiennya melalui perubahan nada suaranya. Ketika ia ingin menyentuh hati para audien, dia akan merendahkan nada suaranya secara dalam dengan begitu serius, dan berbicara dengan begitu perlahan. Hasilnya, kata-katanya terdengar lembut dan emosional, dan secara reflek audien sedikit mencondongkan badannya ke depan seolah tidak mau kehilangan apa yang disampaikan AR. Kadang-kadang dia akan berbicara penuh ceria, suara sindiran yang menyenangkan dan mengena di hati.

 

Seperti yang anda lihat diatas, bahasa tubuhnya mendukung nada suaranya, dan yang pasti harus dikuatkan dengan pemilihan kata-kata yang tepat.

 

Dan memang Cara untuk men-‘deliver essence’ (menggambarkan perasaan), perlu training atau pelatihan secara khusus. Kalo di Luar negeri (US) ada sebuah seminar untuk mengerti caranya ‘nyetel’ perasaan diri kita, agar audien mengerti dan bisa merasakan perasaan sedih, gembira, takut, termotivasi seperti yang kita rasakan. Namun kita tidak perlu kecil hati, kita bisa latihan sendiri apa yang dinamakan ‘Magic mirror’. Yaitu berlatih di depan cermin melatih salah satu emosi, misal kagum, heran, damai dll.

 

Empat Mata : Tukul Arwana

Mungkin pembaca agak kesulitan membayangkan seperti apa peranan nada suara terhadap kata-kata yang disampaikan. Ada tips untuk mengerti mengapa nada suara sangat berpengaruh pada kata-kata yang kita sampaikan. Coba sekarang simak acara Empat Mata Tukul Arwana di Trans7 biasanya hari senin – jumat, mulai jam 21.30 malam. Tapi kali ini anda jangan melihat Tukul lagi beraksi di teve. Cukup dengarkan suaranya saja. Hanya mendengarkan suara, anda akan merasakan bagaimana Sang Tukul menyetel nada suaranya agar terlihat enak didengar dan menghibur. Anda akan bisa merasakan bagaimana nada suara Tukul bisa menunjukkan perasaannya seperti : marah, ngambek, mengolok-olok, serius, lucu. Semua dapat dikenali dari nada suaanya yang didukung body language-nya yang khas.

 

Rahasia #10: Humor adalah pelumas yang membantu pesan anda lebih lembut

Kemampuan AR dalam menggunakan humor begitu efektif. Itu adalah salah satu alasan mengapa semua audiennya sangat menikmati seminar-seminar AR. Ketika AR ingin membuat audiennya tertawa, dia memerankan sikap badan (phisiology) seperti Robbins William. Melalui seminarnya AR secara konstan, menyuguhkan cerita lucu, menghibur atau suka bermain dengan beberapa audiennya.

 

Contoh : ketika AR memberi gambaran seseorang yang tidak punya motivasi untuk mencapai goalnya. AR akan melakukan gerakan tubuh (phisiology) persis seperti orang yang depresi (pundaknya agak turun/membungkuk, mata terlihat sedih, berdiri tanpa tenaga, ekspresi ‘mengomel’ (protes keadaan) diri sendiri tercermin di wajahnya). Dan dengan mimik sedih dan suara berat dia berkata, “Saya tidak taaahu… Mengapaaa tidak ada satu orang pun…. yang menyukai sayaaaa…… Saya sangat setressss…” . Audien yang mendengar dan melihat ekspresi-nya yang lucu dan blo’on menjadi tertawa. Mengapa? Karena AR melukiskannya dengan lucu dan penuh humor, membuat audien ingat akan pesannya.

 

Berikut mengapa AR menganggap bahwa humor sangat penting di dalam seminarnya:

“saya mengatakan bahwa humor adalah bagian dari kepribadian saya. Tetapi perlu diigat juga apa yang sudah saya katakan sebelumnya: Saya percaya bahwa setiap orang lebih suka acara hiburan dari pada seminar. Sehingga, saya menghadirkan itu dalam seminar saya, jika anda ceria, penuh humor dan anda punya materi yang bermanfaat bagi orang lain, mereka akan dengan suka hati mendengarkan pesan anda. Kebanyakan humor saya tidak saya rencanakan, itu semua terjadinya spontan begitu saja. Ketika saya mendapatkan reaksi positip dari audien, otak saya mengingat humor tsb. Dan di waktu yang lain, saat saya berbicara di seminar di tempat lain, saya gunakan humor tersebut.”

 

Saya berpikir bahwa ketika seseorang, berada dalam situasi penuh tawa dan gembira, anda mempunyai peluang untuk membuat anchor (magic moment) untuk memperkuat pesan anda dan bisa men-sharingkan presentasi anda dalam waktu yang cukup lama. Mengapa? Karena seseorang akan selalu ingat humor anda.

 

Bagi rekan-rekan yang pernah datang di seminar Pak Tung Desem, anda pasti ingat beberapa joke dan humor Pak Tung di seminarnya. Misal: saat cara Pak Tung menghimbau peserta seminar untuk mematikan HP-nya, beliau berkata: “Sekarang angkat tangan kanan anda, kecuali yang tidak punya tangan kanan. Pegang pundak teman anda sebelah kanan. Ikuti kata-kata saya: “Pak, pak, bu, bu, tolong handphone-nya dimatikan terima kasih.””. Lalu pegang pundak teman kiri anda, ikuti kata-kata saya, “Pak, pak, bu, bu, handphone sudah saya matikan terima kasih. … dst”

 

Misal cara Pak Tung menjelaskan bahwa hidup ini perlu punya tujuan, TDW memberi perumpamaan seperti kita mau naik taxi. Pak Tung menceritakan kisah ini dengan gayanya yang khas.

“Sopir taxi akan menanyakan, tujuan kita kemana?

Lalu kita jawab : TERSERAH!

Ada 3 alternatif kejadian berikutnya. Sopir taxi yang pertama, akan mengejek anda, “Hidup kok nggak punya tujuan” dan dia bergegas tancap gas meninggalkan anda. Sopir yang kedua, tetap mengantarkan anda, tapi anda akan diturunkan di Rumah Sakit Jiwa. Mungkin dia pikir anda gila. Tapi sopir ketiga yang cerdas, akan menanyakan anda, berapa anda bawa uang. Lalu dia akan minta uang anda dan mengantarkan anda berkeliling sampai batas argo sesuai dengan jumlah uang anda, lalu anda akan diantarkan lagi di tempat semula anda naik taxi. “

 

(Para peserta yang mendengarkan kisah ini tertawa dan mengerti pesan yang disampaikan TDW). Inti pesan: Kita tidak akan pergi kemana-mana jika kita tidak menetapkan tujuan hidup kita. 

Saya pernah juga menghadiri seminar Adam Khoo dari Singapore. Dia juga meniru gaya Mr. Bean untuk menunjukkan body language-nya.

Pelajaran yang bisa diambil di sini sangat jelas: Ketika anda menyampaikan sebuah presentasi tanpa ada humor di dalamnya, audien anda akan merasakan suasana monoton dan keganjilan di dalam pesan anda. Tapi mereka akan mudah ingat pesan anda, jika anda menggabungkan humor ke dalam pesan anda.

 

Rahasia #11: Pastikan bahwa anda telah melakukan segala upaya yang bisa anda perbuat untuk membuat topik anda menjadi relevan dan bermanfaat bagi audien anda
Materi Yang Powerful ibarat Batu Penjuru Presentasi Anda
Sudah diakui banyak orang, keahlian dan seminar Anthony Robbins adalah salah satu yang terbaik sejauh ini.
Tetapi apa yang sebenarnya membuat AR begitu fenomenal, dan mengapa setiap orang dari atlit profesional sampai seorang presiden mendengarkan dia. Itu karena materi yang dia sampaikan begitu POWERFUL!. Atau meminjam istilah Pak Tung, AR begitu DAHSYAT!

Lebih spesifik lagi, apa yang membuat AR begitu efektif?
Karena dia mempunyai kemampuan menyampaikan informasi kompleks menjadi begitu sederhana, begitu menarik dan mudah dicerna. Menyampaikan informasi tersebut dengan penuh semangat, begitu antusias dan menimbulkan dampak emosi yang positip.

Bagaimana cara AR menemukan materi yang begitu menarik? AR mulai memilih materi yang ada relevansi (hubungan kuat) dengan audiennya. Dengan kata lain semakin audien anda tertarik dengan apa yang anda sampaikan. Sebaliknya berlaku juga: semakin sedikit audien terhubung dengan topik anda, mereka menjadi kurang tertarik dengan apa yang anda sampaikan.

Dalam Seminar AR, sering kali ada demo dan terapi untuk mengatasi trauma atau phobia terhadap sesuatu. Misalnya phobia kecoa, ular, ketinggian. Ada juga yang trauma kekerasan rumah tangga, pelecehan seksual, pernah diperkosa, pernah mengalami tragedi pembunuhan dll semua dibantu dengan terapi pada saat seminar.

Cuplikan Demo Terapi ala AR (Singapore, Sept 2004)
Dibawah ini saya ceritakan sedikit terapi yang dilakukan AR saat seminar. Karena saat itu saya terkesan banget dengan cara AR membantu orang lain mengatasi masalahnya.

Ada seorang peserta dari Indonesia, sebut saja namanya Stefanie, seorang cewek cantik, umurnya sekitar 18 tahun. Dia berdiri dan menceritakan masalahnya pada AR, bahwa dia sulit untuk dapat konsentrasi dalam hal apapun, dan menjalani hidup begitu tertekan. Dia sulit untuk bisa tersenyum, bergembira seperti teman-teman sebayanya. Dia tidak tahu bagaimana cara mengatasi masalahnya.

Lalu AR mulai memberikan beberapa pertanyaan kepada Stefanie. Dari gayanya, Stefanie tergolong seorang cewek tomboy. Ternyata ayahnya hadir di sana. Jadi ayahnya-lah yang mengajak Stefanie ikut seminar AR, supaya bisa mengatasi masalah yang menimpanya.

Dari wawancara AR, diketahui ayah Stefanie seorang pengusaha besar dan pemilik beberapa perusahaan di Jakarta. Diketahui bahwa Stefanie adalah anak tunggal. Dan Ayahnya bersikeras mendidik Stefanie secara keras, karena dia nantinya yang diharapkan bisa meneruskan ayahnya memimpin perusahaan.

Lalu berikutnya AR memberi beberapa pertanyaan pada ayah Stefanie.
“Apakah Anda mencintai anak anda (Stefanie)?” (Ayah Stefanie mengiyakan)
“Apakah Anda ingin anak anda tumbuh menjadi gadis dewasa?” (Ayah Stefanie mengiyakan)
“Apakah Anda ingin menjadi orang tua yang baik bagi anda anda?” (Ayah Stefanie mengiyakan)
“Apakah Anda senang jika Stefanie bisa bergembira seperti gadis sebayanya?” (Ayah Stefanie mengiyakan)

Setelah cukup mendapat informasi AR mulai bicara kepada ayah Stefanie.
“Kalau saya bicara agak keras apakah Anda tidak tersinggung? Apakah anda siap menerima nasehat saya”, kata AR pada ayah Stefanie. Ayah Stefanie pun mengiyakan.

Untuk sesaat suasana menjadi hening, AR membalikkan badan berjalan menjauhi audien. Dan berikutnya dia membalikkan badan dan berjalan diujung tepi panggung dengan wibawanya sebagai orang yang seolah-olah begitu berkuasa.

Dengan gerakan yang pasti, AR mengangkat tangan kanannya dan menunjuk kepada Ayah Stefanie sambil berkata keras dengan nada yang tinggi dan cepat:

“Anda tahu nggak…..Anda orang tua yang sangat kejam….Mengapa anda memperlakukan anak anda seperti itu….. Apa dosa anak anda….. Apakah dengan memperlakukan anak anda sebagai laki-laki dia akan menjadi dewasa? Lihat itu hasilnya…. . anak anda menjadi stress…..dan merasa hidup tidak ada gunanya. Anda telah merusak hidup anak anda…..!
Apakah itu namanya… Anda mencintai Anak anda …? dst…

Ayah Stefanie merasa kaget dengan kata-kata AR. Begitu juga seluruh audien, hening dan merasa kaget, karena AR tidak biasanya bicara sekeras itu. Apalagi Ayah Stefanie sebagai seorang bos atau pimpinan, dimana semua orang takut pada dia, dan memang selama ini tidak ada yang berani berkata keras pada dirinya. Kini dia baru sadar bahwa cara dia salah dalam mendidik anak. Dia telah berharap begitu tinggi pada anak tunggalnya, sehingga memperlakukan dia seperti itu.

Singkat cerita, setelah menjalani sesi terapi secara life sekitar 15 menit, Stefanie dan ayahnya saling minta maaf dan berpelukan. Dan yang lebih penting lagi, Stefanie bisa tersenyum ceria dan nampak seperti seorang gadis yang tidak punya masalah.

Yang bisa dilihat disini adalah penguasaan public dari AR sangat mumpuni dan cara dia mengatasi problem peserta sangat diakui dengan metode “Break the pattern” (memotong pola ayah Stefanie) maupun Re-framming ala NLP.

* Jika Ayah Stefanie mengabaikan saran AR, maka anaknya akan semakin menderita, tapi jika dia mau berubah, membantu anaknya tumbuh sebagai gadis normal, maka dia akan mendapati anaknya yang lebih dewasa dan bertanggung jawab.

The Robbins Speaking Formula:
Berikut inilah Formula AR dalam menyusun materi presentasinya. “Formula” disini artinya Tips langkah demi langkah bagaimana cara AR mengembangkan kualitas materi presentasinya.

1. State your main idea (Kondisikan topik utama anda)
Jika anda ingin memiliki topik yang terbaik, mulailah dengan memberi pertanyaan yang terbaik. Kualitas hidup anda ditentukan oleh kualitas pertanyaan anda, begitu komentar AR. Jika pertanyaan anda seperti, “Mengapa saya”, “Mengapa ini selalu terjadi pada saya?” Maka anda berada dalam kondisi tidak semangat / tidak ada kekuatan.

Tetapi jika anda menanyakan seperti, “Bagaimana caranya saya bisa keluar dari masalah ini?” atau “Bagaimana saya membuat ide ini bekerja bagi banyak orang?”Bagaimana cara menggunakan energi saya untuk membantu banyak orang bisa berubah?” Maka anda akan mempunyai jawaban yang fenomenal, dan jawaban memberi anda kekuatan…. Kekuatan untuk merubah dunia anda dan dunia orang lain.

2. Explain why it’s important (Jelaskan mengapa topik anda sangat penting)
Gunakan pertanyaan yang berkualitas. Apa manfaat nyata dari topik ini? Mengapa topik ini begitu penting bagi orang lain? Apa contoh nyata dari topik ini? dst

3. Give an example
Berikan sebuah contoh apa yang terjadi jika audien tidak melakukan ide anda. Kemudian berikan sebuah contoh apa yang terjadi jika audien melakukan ide anda. Asosiasikan, jika audien melakukan apa yang anda sarankan, dia akan memperoleh manfaat real yang memuaskan mereka, impian mereka tercapai. Namun jika mereka tidak melakukan apa yang anda sarankan, mereka akan menerima konsekuensi besar, goal mereka tidak tercapai, dan mereka akan menderita karena mengabaikan saran anda. (akan dibahas lebih dalam di Rahasia #12)

4. Restate your main idea & reinforce
Kuatkan kembali pesan anda dan manfaat nya bila mereka melakukan ide anda dengan segera.

 

Rahasia #12: Beri audien anda contoh yang spesifik/jelas konsekuensi apa yang terjadi jika mereka tidak segera ’take action’ terhadap pesan anda. Mengikuti pesan anda akan memberi mereka manfaat nyata yang akan mereka terima jika mereka melakukan apa yang anda sampaikan.
Kunci pembicaraan AR selama 4 hari seminar:
1. Hidup anda saat ini adalah hasil dari keputusan masa lalu yang telah anda buat
2. Masing-masing dari diri anda memiliki kekuatan dan potensi yang tidak terbatas
3.
Kehidupan anda 5 tahun ke depan ditentukan oleh keputusan anda saat ini
4.
Kehidupan anda akan berubah saat anda berani mengambil ‘K’ Besar (Keputusan Besar) dalam hidup anda.
5. Tools (Cara untuk berubah) telah ditemukan di depan anda (teknik yg ditawarkan AR) untuk mencapai apa yang anda impikan.

Jadi Inti Pesan AR adalah : ANDA HARUS BERUBAH SEKARANG!
Dengan cara mengambil sebuah Keputusan Besar (atau disebut ‘K’ besar). Apa ‘K’ besar anda? Sebab Keputusan yang Besar yang anda ambil akan menghasilkan Action yang besar, Action besar akan merubah hidup anda. Jika keputusan itu dilakukan, maka impian anda akan tercapai, jika keputusan itu dilanggar, hidup anda bakal lebih menderita.

Cerita Saya :
Untuk memperjelas topik kali ini, ijinkan saya sedikit sharing pengalaman saya. Pengalaman saya ini hanyalah bertujuan agar pembaca lebih mudah memahami apa yang dimaksudkan AR dalam topik ini. Saat itu hari ketiga, malam hari, AR memberi materi tentang Refleksi untuk mengambil komitmen ‘K’ besar dalam hidup masing-masing peserta.
Saya ceritakan dulu sebelumnya bahwa saat datang ke seminar AR, saya tidak beda dengan orang pada umumnya. Datang dengan kondisi keuangan tidak menguntungkan. Namun karena saya tahu sari seorang teman, bahwa Seminar AR benar2 luar biasa, saya memberanikan diri untuk mencari pinjaman uang. Satu hal yang mengganjal pikiran saya saat itu adalah saya belum berani menikahi pasangan saya, Lina, walaupun sudah pacaran selama 4 tahun. Saya telah menunda-nunda selama hampir 2 tahun. Melalui proses secara tertulis akhirnya saya menuliskan ‘K’ besar saya adalah: Menikah di bulan Desember 2004

Step selanjutnya AR membantu audiean melalui sesi visualisasi & incantation (orang lain menyebut afirmasi) bagaimana cara menguatkan intensitas komitmen tsb agar masuk ke dalam ‘Unsconcious’ (pikiran bawah sadar).

Apa beda afirmasi dan incantation?
Afirmasi: kita memasukkan kata-kata yg positip pada diri kita secara berulang-ulang.
Incantation: Memasukkan kata-kata disertai intensitas emosi yang sangat kuat, dan memberi daya energi yang tinggi, sehingga bisa membuat kita menangis, terharu. Di sinilah terjadi ‘short cut’ masuk secara automatically ke bawah sadar. Dan akan menjadi reminder dalam setiap detik langkah hidup kita.

Kita tahu kalau biasanya Goal setting adalah kita visualisasi atau membayangkan apa yang kita inginkan. Tapi AR melakukan ‘break the pattern’ dengan mengajak audien untuk visualisasi ‘Apa yang terjadi seandainya Goal Anda (K besar anda) TIDAK TERCAPAI?’ (AR memandu audien dengan kata-kata yang powerful diiringi musik yang penuh motivasi)

Dalam Visualisasi saya tiba-tiba terbayang, seandainya saya tidak jadi married, maka pasangan saya akan kecewa pada saya, sebagai seorang laki-laki saya tidak punya harga diri lagi, saya menjadi orang yang peragu, takut akan masa depan. Saya juga tidak akan dipercaya lagi oleh orang tuanya Lina. Dan juga orang tua saya menjadi sedih. Hal yang lebih fatal lagi, hubungan kami menjadi putus dan hidup saya akan hancur.
Saya benar-benar tidak mau itu semua terjadi pada diri saya. Membayangkan situasi tersebut membuat saya menangis dan tidak mau goal saya tidak tercapai.
Singkat cerita, beberapa perasaan menyakitkan tsb. sudah cukup kuat untuk semakin membulatkan tekad saya bahwa saya harus berani ambil keputusan saat ini. Walaupun saya tahu kondisi keuangan saya minus dan tidak punya tabungan sama sekali. Malam itu juga menjelang seminar, saya SMS memberitahu pasangan saya di Surabaya. Lina kaget dan tidak percaya, namun karena intensitas keyakinan saya yang tinggi saat itu, dia bersemangat dan mau mendukung.
Setelah pulang di Sby, atas saran2 AR, saya melakukan rencana tindakan. Dan sejak saat itu setelah saya umumkan bahwa saya akan married bulan Desember 04, tiba2 ada banyak sekali bantuan, berkat, pekerjaan dan jalan yang terbuka di depan mata saya. Akhirnya tgl. 8 desember 2004, kami married dan dirayakan sederhana di Oriental Rest. Surabaya. Beberapa rekan2 graduate AR juga hadir di acara tsb, seperti Ibu Eva Sutanto (Organizer TDW di Sby), Hadi Sumarsono (Ketua Lions Club, graduate AR Malaysia), Hari Suwanda (Trainer Option Trading Seminar), Fransciscus, Yosep, Ira dll.
Sebagai MC dibantu Harry Sulistyo (Program Manager & Penyiar Radio JJ FM Sby). Terima kasih rekan-rekan yang telah membantu dan support saya.

Dapat disimpulkan di sini:
Anda harus mempunyai pesan yang sangat kuat untuk disampaikan pada audien. Apa manfaat nyata bagi audien yang melakukannya. Dan apa kerugian yang akan mereka peroleh jika tidak melaksanakan pesan anda tsb.

“Everyone Can Change, ‘cauze Impossible is Nothing”

 

Rahasia #13: Cara yang paling efektif untuk mengilustrasikan pesan anda adalah melalui kekuatan sebuah cerita
Cerita atau kisah, tanpa diragukan sedikitpun, merupakan jalan yang paling efektif untuk mengkomunikasikan ide anda kepada audien. Karena dari sebuah cerita sering kali bisa mem-bypass “Critical Left Brain”, otak kritis kita, atau (dalam dunia hypnosis biasa disebut Critcal Filter) dan masuk dalam lingkaran kesadaran kita melalui otak kanan yang lebih kreatif dan intuitif.

Satu hal yang pasti adalah “Setiap orang suka mendengarkan cerita”. Dan sama seperti halnya humor, cerita anda akan selalu mendukung dan menguatkan point yang anda sampaikan.
Misal, ketika AR ingin menggarisbawahi point berikut: “Yang penting, bukan apa yang terjadi pada diri anda, tetapi apa yang anda lakukan terhadap kejadian yang anda alami.”

AR menceritakan sebuah true story tentang kejadian mengerikan yang dialami oleh W Mitchel. Mitchel mengalami kecelakaan yang sangat mengerikan. Saat dia mengendarai sepeda motor tiba-tiba terlihat truk berhenti mendadak. Dalam usahanya mengurangi kecepatan, ia terperosok ke bawah truk. Tutup tangki bensinnya terlempar, dan hal buruk pun terjadi. Bahan bakar mengalir keluar dan membuat sepeda motornya meledak, sehingga 85% tubuhnya mengalami luka bakar.
Ketika audien mulai terbawa dalam ceritanya, AR menggunakan nada suara dan bahasa tubuhnya sedemikian rupa membuat audiennya bisa merasakan emosi miris (ngeri) dari cerita tsb.
Dan bagaimana cara Mitchel mengatasi apa yang dialaminya. Ia tidak menyerah. Ia berusaha tetap hidup dan meniti kembali karier usahanya. Ia masih hidup sehat tinggal di Colorado. Sejak kecelakaan motornya yang mengerikan, ia diketahui lebih berhasil dan bahagia dari sebelumnya. Ia menjadi orang yang paling berpengaruh di Amerika dan menjadi jutawan. Bahkan mencalonkan diri menjadi anggota kongres dan gubernur Colorado.
Anda bisa baca cerita lengkap W Mitchel di dalam buku Anthony Robbins “Unlimited Power.” Bab 2 “The Difference that makes the difference” (Diterjemahkan oleh Team Delapratasa) .

AR bukan hanya pandai dalam berbicara, dia juga jago dalam menghidupkan sebuah kisah menjadi enak untuk dikonsumsi.

Kisah Silvester ‘Rocky’ Stallone
Bagaimana memiliki fokus dan komitmen terhadap apa yang anda inginkan. Saya masih ingat betul cerita AR tentang sebuah perjuangan tanpa kenal menyerah. AR tidak menjelaskan dengan bahasa yang indah. Dia menghadirkan sebuah kisah hidup Silvester Stallone.
Pada tahun 1974 Sylvester Stallone adalah actor figuran yang bokek, tidak punya uang. Ketika menonton suatu pertandingan tinju, ia terinspirasi oleh seorang petinju yg belum punya nama yang saat itu bertanding begitu gigih melawan sang juara sejati “Mohammad Ali. Buru-buru ia pulang dan dalam pikirannya yg kreatif ia menulis sebuah cerita film. Setelah bekerja siang malam selama 3 hari tanpa berhenti, ia menghasilkan draft dari naskah pertama sebuah cerita berjudul “Rocky”.
Lalu Stallone mengajukan tulisannya kepada para produser film. Namun tidak ada yang memberi tanggapan serius atas naskah cerita tsb. Saat itu ia masih single, dengan ditemani anjing kesayangannya bernama Timmy. Ia berusaha keras selama 2 bulan namun masih belum menampakkan hasil, sampai suatu hari ia sama sekali tidak punya uang. Dengan sangat sedih ia menitipkan anjingnya dengan hanya dihargai $25 untuk bisa menyambung hidupnya. Namun satu hal, Stallone tidak pernah berhenti berusaha. Ia menawarkan naskah ceritanya tidak kurang dari 600 kali kepada semua produser dan studio film.
Sampai suatu hari, ada sebuah studio menawarkan $20,000 dengan tokoh utamanya dibintangi oleh Ryan O’Neal dan Burt Reynolds. Stallone kegirangan mendapat penawaran tsb. Akan tetapi ia ingin tetap membintangi filmnya tersebut. Lalu ia menawarkan diri untuk bermain cuma-cuma. Ia ditolak oleh sang sutradara. Stallone pun menolak penawaran tersebut, walaupun sesungguhnya dia sangat membutuhkan uangnya.
Lalu mereka menawarkan $80,000 dengan syarat bukan dia yang membintangi tokoh utamanya. Kembali ia menolak. Mereka memberitahunya bahwa Robert Redford tertarik, mereka bersedia membayar Stallone $200.000. Sekali lagi Stallone menolak mereka.
Mereka naikkan penawaran menjadi $300.000 untuk sebuah naskah cerita tsb. Stallone memberitahu mereka bahwa, ia tidak mau jika tidak melibatkan dirinya. Mereka menawarkan Stallone $330.000, Stallone bersikeras tidak akan mau melihat filmnya dibuat kalau tidak boleh membintangi tokoh utamanya.
Akhirnya mereka setuju Stallone menjadi tokoh utamanya, namun ia hanya dibayar $20.000 untuk naskah ceritanya ditambah $340 per minggu sesuai upah minimal seorang aktor. Setelah dipotong biaya-biaya, komisi agen, dan pajak, ia hanya mendapatkan penghasilan bersih sebesar $6,000 bukannya $330,000.
Begitu mendapat uang, lalu dia mencari orang yang membeli anjingnya tsb di sebuah club malam. Namun sang pembeli tidak mau melepaskan Timmy begitu saja. Stallone lalu memberi tawaran 2 kali lipat, tetap ia tidak mau. Lalu $100, $200, tetap tidak diberikan. Penawaran terus berlanjut. Stallone tidak menyerah karena Timmy sudah dianggap seperti sahabatnya dan sudah menjadi bagian dari hidupnya. Akhirnya dia harus mengeluarkan $3000, ditambah syarat melibatkan sang pembeli sebagai pemeran tambahan dalam filmnya tersebut.
Namun apa yang terjadi selanjutnya? Dua tahun kemudian, di tahun 1976 Stallone dinominasikan meraih Academy Award sebagai Aktor Terbaik. Film Rocky tersebut memenangkan tiga oscar, Film terbaik, Sutradara terbaik dan Skenario Film terbaik. Serial Rocky (Rocky 1 -5) setelahnya meraih hampir $1 milyar, menjadikan Stallone seorang bintang film internasional.
Ikutilah firasat dan intuisi anda, tetap fokus pada apa yg anda inginkan.
Bagaimana cara membangun sebuah kisah atau cerita? Mulailah dengan kisah hidup anda sendiri. Kisah mana yg perlu diceritakan? Apapun yang bisa menambah nilai bagi topik anda dan memperkaya kehidupan audien anda.

Kisah Hidup Saya: Menjadi seorang ‘Tukang Sapu’ di sekolah
Saya dulunya juga merasa tidak punya kisah hidup yang menonjol. Karena sebagian besar kisah hidup saya adalah rentetan kegagalan demi kegagalan. Hingga akhirnya kisah hidup AR yang telah menginspirasi saya (Kisah hidup AR akan saya ceritakan di Rahasia #16)
Saya pernah hampir dikeluarkan dari sekolah karena, tidak bisa bayar SPP selama 4 bulan. Saat itu saya kelas 3 SMP dan ayah saya kena PHK. Sampai akhirnya dengan menahan rasa malu dan gengsi, saya melamar menjadi tukang sapu di sekolah saya, setelah jam pulang sekolah. Dari situ saya bisa membayar uang SPP dan membeli peralatan sekolah. Saya juga pernah gagal menembus UMPTN 3 tahun berturut-turut. Gagal dalam merintis usaha dan dalam pekerjaan. Namun sekarang saya bisa mengambil manfaat dan melakukan Reframming (seperti yang dilakukan W, Mitchel): ”Bahwa pengalaman kegagalan saya membuat daya juang saya jauh lebih tinggi dan semakin memupuk sikap pantang menyerah. Ada suatu maksud dan tujuan yang lebih baik dari setiap kejadian buruk yang kita alami.”
Mungkin kalau tidak gagal di bangku kuliah, saya tidak menjadi seperti sekarang ini sebagai Trainer. Saya mungkin seperti teman-teman kuliah saya yang saat ini bekerja di bank atau perusahan sebagai karyawan biasa. Terima kasih setulusnya saya sampaikan Pak Tung & TDW resources, atas bimbingan dan dukungannya selama ini.
Saya juga pernah memberikan training untuk sekolah alumni saya, SMPK St. Vincentius Surabaya. Saya berbicara dihadapan 40 guru-guru yang dulu sebagian pernah mengajar saya. Mereka sangat heran dan kagum dengan perubahan yang saya alami, yang dulunya seolah tidak punya harapan di masa depan. Terima kasih Suster Aloysia PK (Pimpinan sekolah) dan mantan guru-guru saya, yang telah membimbing saya selama ini. Dari cerita saya, dan kisah Sylvester Stallone, saya berharap anda semakin mengerti arti sebuah kisah atau cerita dalam presentasi anda.

Point topik ini yang perlu diingat: Sabarlah dengan diri anda ketika anda pertama kali membangun cerita anda. Mulai dengan cerita tentang diri anda sendiri, cerita para orang sukses, kisah kegagalan mereka dan turning poin (titik balik) dari kegagalan mereka, itu yang ingin diketahui oleh audien anda. Setelah cukup berlatih dan terus mengasah kemampuan anda, jika anda tidak menyerah, suatu hari anda akan menjadi orang yang jago bercerita dan menghadirkan kisah dengan dramatis. Sehingga melalui kisah tsb, pesan anda menjadi lebih hidup dan penuh makna.

“It’s your decisions and not your conditions that shape your Destiny. (Anthony Robbins)”

 

Rahasia #14: Anda tidak harus menjadi sempurna dalam berbicara. Pesan atau cerita yang penuh emosi dan energy yang akan selalu diingat oleh audien anda
Disamping AR memotivasi audiennya, adalah sangat penting, AR juga menyediakan tools yang dibutuhkan semua orang untuk membuat perubahan yang bersifat jangka panjang.
AR mengatakan: Apa yang telah saya lakukan saat ini selain motivasi adalah memberi orang lain, wawasan dan ketrampilan yang bisa merubah hidup mereka. Saya berpikir orang butuh keduanya. Kebanyakan beberapa pelatih / trainer hanya mengajarkan sesuatu seperti positive thinking atau sesuatu yg sangat bernilai. Namun mereka lupa tidak memberikan tools bagaimana cara merubah hidup orang lain secara jangka panjang.

Contoh kisah AR tentang topik ini yang saya tahu adalah: tentang Living Health (Cara Hidup Sehat). Kalau anda mendengar topik tsb. pasti heran, kok Living health diajarkan di seminar motivasi? Semula saya juga heran, karena kita pasti bisa belajar lewat buku para pakar kesehatan di setiap toko buku. Tetapi setelah saya mengikuti dengan seksama, ternyata yang diajarkan AR adalah Result alias Hasil. Bagaimana kita tetap sehat dan berenergi setiap saat.

Bagaimana cara AR mengemas materi presentasinya?
AR mulai dengan bercerita bagaimana dia merasa letih dan kurang bersemangat sepulang roadshow seminarnya di berbagai kota. Lalu dia mempelajari berbagai sumber buku tentang kesehatan tapi tidak membawa hasil yang diharapkan. Sampai dia menemukan seseorang yang telah berhasil memiliki energi dan kebugaran yang luar biasa. Orang tersebut adalah Stu Mittleman yang tercatat dalam Guiness Book of Record. Stu Mittleman sanggup melakukan lari marathon sejauh 11 km setiap hari tanpa lelah dan tetap sehat bugar. Mengapa dia bisa melakukan itu? AR lalu meniru apa saja yang dilakukan oleh Stu Mittleman (dalam NLP biasa disebut Modelling). Mulai dari cara dia bernapas, Apa yg dia minum, jenis olah raga yg dilakukan, jenis makanan dan cara makan yang efektif.
Hasilnya, AR bisa kembali bugar dan memiliki energi luar biasa pada setiap seminarnya.
Agar audiens tahu bahaya lemak hewan dan daging, AR memutar sebuah cuplikan film tentang penyembelihan sapi di sebuah rumah pemotongan hewan. Betapa hewan yg mengalami ketakutan akan banyak mengeluarkan toxin (racun) dari dalam tubuhnya. Lalu kaidah cara bernapas yg benar, kebutuhan akan air, kombinasi makanan, kasiat buah dan sayuran, Bahayanya kopi, alkohol dan nikotin. Semua presentasinya disertai, riset yang lengkap, testimomial dan cuplikan film yang mendukung pesannya. Semua audien merasa terbawa pola yang ditawarkan AR.
Singkat kata, AR memaparkan strategi cara memperoleh energi yang luar biasa dengan mengajak audien mempraktekkan ”Tantangan Mental 10 hari”. Artinya selama 10 hari sama sekali tidak makan makanan yg bernyawa (makanan daging, telor, ikan dll). Ternyata banyak sekali mereka yang mempraktekkan untuk vegetarian dan merasakan manfaatnya.

Para pembaca bisa melihat tentang Living Health di buku Unlimited Power Bab 10: Energy Bahan Bakar Kesempurnaan. Atau bagi yang anda ingin lebih mengerti, bisa mendengarkan CD Audio Anthony Robbins judul : Living Health (9 CD), The Body You Deserve (11 CD), atau Personal Power (25 CD), khususnya disc ke-17.

Berikut saran AR bagi mereka yg berbicara didepan public:
”Saya berkata bahwa Kunci yg paling penting dalam berbicara bukan menjadi sempurna, atau tahu dengan pasti apa yang anda katakan, atau bagaimana cara anda mengatakannya. Tetapi anda harus mempunyai perasaan yg kuat tentang apa yang akan anda bicarakan. Kekuatan emosi anda dan keyakinan anda akan materi anda yang akan selalu diingat oleh audiens.

“My whole key is passion. I have so much passion about what I talk about that it just flows” (Anthony Robbins)

 

Rahasia #15: Jalan untuk menjadi pembicara terbaik adalah berbicaralah sesering mungkin, sesering anda bisa.
Sewaktu saya mengawali menjadi seorang trainer, saya bertanya tanya, bagaimana caranya bisa berbicara sesering mungkin. Saya membaca berbagai buku dan saya mendapati saran AR sebagai berikut:

”Pergilah keluar rumah dan berbicaralah ke setiap orang yang anda jumpai. Tidak ada yang bisa mengalahkan kekuatan tindakan untuk berbicara pada setiap orang yang anda temui. Pembicara yang powerful adalah pembicara yang bisa meyakinkan seseorang, dan bukan hanya berbicara menyampaikan informasi. Tetapi berbicara untuk mempengaruhi dengan cara yang positip. Jika setiap hari anda pergi keluar dan anda berbagi pesan anda kepada orang lain didasari emosi dan perasaan yang kuat, anda sedang menuju menjadi pembicara yang sukses.

Cerita Beberapa Pembicara:
Sewaktu tahun 2004, saya juga pernah menanyakan kepada Pak Tung, bagaimana awal setelah memutuskan menjadi pembicara. Saat itu Pak Tung memberikan seminar secara Gratis ke berbagai kelompok, organisasi dan kalangan. Pak Tung berbicara ke berbagai event. Kini jadwalnya sangat padat. Bahkan Pak Tung pernah berbicara 48 kali hanya dalam waktu satu bulan. Sampai sekarang pun Pak Tung juga masih sering memberikan seminar gratis ke beberapa kota. Rekan-rekan milis pasti pernah minimal satu kali merasakan seminar gratis ala Pak Tung. Bahkan kemarin, ada banyak orang kebagian rejeki, termasuk beberapa rekan milis, mengikuti seminar gratis Pak Tung ”Financial Revolution” 3 hari, tgl. 4-6 April hanya dengan membeli buku Marketing Revolution. Pak Tung memang Super Dahsyat!

Narasumber kita bidang NLP, Bapak Krishnamurti, di awal karir sebagai pembicara di tahun 2002, juga menerapkan hal yang sama. Saya pernah berkesempatan membantu Mas Krishna, menjadi seminar organizer untuk sosial dan organisasi di Surabaya. Beliau dengan senang hati melayani semua peserta, walaupun dengan hasil sukarela. Saat ini dalam kurun 5 tahun telah memberikan kelas Motivasi: lebih dari 600 kelas, dihadiri > 300.000 orang di 20 kota besar Indonesia. Dipercaya > 300 klien baik perusahaan maupun institusi. Salut buat Mas Krishna yang selalu low profile, ’welcome smile’ dan personal approach-nya yang mumpuni.

Adi W Gunawan juga menerapkan untuk berbicara sesering mungkin. Perkenalan saya dengan Pak Adi sudah cukup lama. Terutama saya mengagumi Riset ilmiahnya yang selalu diupdate, tentang materi yang disampaikannya. Saat ini Pak Adi sedang Road show “The Secret of Mindset” di 12 kota yang disponsori oleh Gramedia, belum lagi seminarnya yang lain dan juga berbagai inhouse training. Saya juga berkesempatan mengikuti seminar Roadshow-nya minggu kemarin di Malang. Terima kasih Pak Adi. You’re The Great Speaker!

Di beberapa milis, kita juga bisa melihat semangat tak kenal lelah para moderator milis maupun pengelola blog dalam usaha meng-explore diri dan memberi nilai lebih bagi pembaca dan audien-nya. Kalau boleh kita sebut : Bapak Teddi P Yuliawan, Ikhwan Sopa dengan Workshop E.D.A.N, Hingdranata Nikolay, Ronny ’LOA’ FR, Hari Subagya, Wuryanano, Hendry Risjawan, Prima Adji S, Tjia irawan, Erwin Irianto, Krisnawan Putra, Mohamad Yunus, Henny Budi H, Lina C Patuwo, dan masih banyak lagi daftarnya akan begitu panjang. Anda semua telah memperkaya semangat kami, melalui kualitas Anda sebagai Inspirator sejati.

“I think the purpose of life is to do something that contributes and helps you to touch people beyond our lifetime.” (Anthony Robbins)

Kunci untuk topik ini adalah: anda harus percaya pada apa yang anda bicarakan, tanpa ragu sedikit pun. Anda harus tahu apa goal anda ketika anda sedang berbicara. Jika ini terus-menerus anda lakukan, anda akan memiliki fleksibiltas yang tinggi, hingga anda nantinya akan mendapatkan hasil yang anda inginkan.

 

Rahasia #16: Seluruh hidup anda berubah di saat anda mengambil keputusan dalam hidup anda
Berbicara mengijinkan anda membuat perbedaan dalam hidup orang lain
Berikut ini, AR menyampaikan, bahwa seorang pembicara publik mempunyai kesempatan untuk merubah hidup orang lain :

“Saya selalu mempersiapkan materi apa yang benar-benar bisa merubah kehidupan orang lain. Ketika saya telah melakukan itu, saya tahu bahwa orang-orang di dalam ruangan tidak akan lupa apa yang kita katakan hari itu….. never! Saya pernah, kedatangan beberapa orang, yang 10 tahun lalu mengikuti seminar saya, dan berbagi dengan saya, meskipun sudah lewat satu dasa warsa. Mereka masih ingat apa yang saya katakan dan itu sangat berpengaruh dalam kehidupan mereka selama ini.”

Jika anda bisa membuat presentasi / pesan yang bisa merubah hidup banyak orang, maka kehidupan mereka akan meningkat luar biasa. Pesan AR dalam seminar-seminarnya sangat powerful dan penuh dengan inspirasi untuk berubah. Bahkan AR menyentuh hati orang lebih banyak lagi melalui buku, tape, vcd, internet dan infomercial melalui televisi atau surat kabar. Kenapa AR melakukan itu semua, katanya, “Karena saya ingin membantu kehidupan banyak orang agar menjadi lebih bernilai / bermakna bagi dirinya”
Sekarang bagaimana agar menjadi pembicara yang efektif? Teruslah anda meng-update materi dan pengetahuan anda. Belajarlah bagaimana cara menulis, mengorganisir, dan cara menyampaikan pesan dengan penuh inspirasi dan membangkitkan semangat hidup audien anda.
Jika anda telah cukup mengembangkan materi anda, pribadi anda akan ikut juga bertumbuh. Hingga suatu hari, anda akan bertumbuh menjadi pembicara yang inspiratif. Anda nantinya akan merasakan kebahagiaan spiritual, dan anda menyadari, telah membuat sebuah perbedaan dalam hidup banyak orang. Ini adalah perasaan / emosi yang luar biasa yang tidak dapat dibeli dengan uang.
Lupakan Masa Lalu Anda, Anda Pasti Berhasil
Penting untuk dicatat disini adalah begitu banyak orang sukses di dalam bisnis, dalam karir profesional, awalnya mereka semua bukan orang hebat. Faktanya mereka mulai membangun karir dengan kondisi yang tidak menguntungkan, tidak punya pekerjaan, tidak punya uang, bahkan ada yang masih menanggung beban hutang. Seperti Aristoteles Onasis (Raja Kapal), Seiciro Honda, Matsusita Konosuke, Walt Disney dll. (Anda bisa membaca kisah mereka di buku ”Rahasia Keberhasilan 10 Jutawan Dunia” terbitan Gramedia). Tak terkecuali juga dengan Anthony Robbins. Poinnya di sini adalah : Tinggalkan masa lalu anda, atau background pendidikan anda, jika anda bekerja cukup keras dan tidak pernah menyerah, berarti anda sedang menuju tangga kesuksesan.

Kehidupan awal Anthony Robbins
30 Tahun yang lalu, AR hidup miskin, pendidikan AR hanyalah tamatan SMA. Ia hidup di keluarga yang tidak bisa dikatakan harmonis. Satu hal yang membuat AR lebih dari teman sebayanya, AR memiliki 4 orang ayah. Karena ibunya kawin cerai sebanyak 4 kali. Setelah Sekolah lanjutan (SMA), dia bekerja sebagai Janitor yang tidak beda seperti Cleaning Service. AR juga tinggal di sebuah flat 400 kaki persegi dan mencuci peralatan makannya dalam bak mandinya. Pada titik terendah hidupnya, AR harus masuk rumah dengan lilin, karena tidak bisa membayar listrik.
Pertanyaan AR saat itu: ”Kenapa ada orang yang sangat sukses hidupnya, sementara banyak orang lainnya, hidup dalam kemiskinan atau terjerat hutang.” Suatu hari dia bertemu dengan seorang kawan baiknya, yang baru saja membeli sebuah rumah yang cukup besar. Dia kaget bukan main, padahal dia hanyalah seorang sopir truk. Lalu AR tanya kepada kawannya, bagaimana dia bisa berubah hidupnya secepat itu. Setelah diketahui ternyata, dia telah mengikuti seminar NLP. Segera AR mengontak penyelenggara seminar, namun dia kaget bukan kepalang, karena untuk bisa ikut seminar tsb, harus membayar $3000. Sementara gaji AR sebagai Janitor hanya sekitar $350 sebulan. Namun karena AR ingin hidupnya berubah seperti kawannya, AR berusaha segala upaya agar bisa mengikuti seminar tersebut.
AR akhirnya mengambil keputusan untuk mengikuti seminar John Grinder, penemu NLP. Hanya AR saja yang berpendidikan SMA, sedangkan peserta yang lain berprofesi psikolog, dokter, arsitek, sarjana dll. Sepulang dari seminar, AR mengapilkasikan semua ilmu yang diajarkan. AR juga membaca buku seperti orang gila, membaca buku 700-800 judul, dijuluki Mr. Solution. AR sangat senang bisa membantu merubah hidup orang lain. Hingga suatu hari keberhasilannya, dimuat di koran Nasional Amerika: sebagai ‘Wonder Boy’ pada umur 18 tahun dengan income $10.000 dalam 1 bulan.
AR terus gencar mengadakan seminar keliling berbagai kota di Amerika. Berkat Seminarnya yang luar biasa, banyak orang berubah hidupnya setelah ikut seminar “Firewalk” ala AR. Pada usia 23 tahun dia sudah menghasilkan $1 juta-nya yang pertama. Pada umur 27 tahun, income AR lebih dari $1 juta per bulan. Kini Seminarnya sudah ada di 5 benua, dan lebih dari 100 negara. Dan AR dibayar tidak kurang dari $1 juta setiap kali seminar. Bahkan CD Personal Power sudah terjual lebih dari 35 juta paket, melebihi hasil penjualan CD penyanyi Rock Michael Jackson. Kisah AR selengkapnya bisa Anda baca di buku Unlimited Power dan Awaken The Giant Within yang sudah dicetak ulang beberapa kali dan diterjemahkan ke dalam 15 bahasa.

Pesan AR untuk topik ini:
Buatlah materi presentasi anda penuh inspirasi, memperkaya kehidupan orang lain, memberi nilai tambah (added value) bagi kehidupan audien anda. Materi yang penuh kekuatan, akan sanggup mempengaruhi audien untuk mengambil keputusan dalam hidup mereka. Bila audien anda merasakan manfaat yang sangat besar dari materi anda, mereka tidak akan mudah melupakan peranan anda dalam hidup mereka. (Inilah alasannya mengapa banyak peserta seminar berterima kasih pada AR, karena AR telah memberikan kesan yang sangat mendalam dalam hidup mereka).

“Everyone Can Change, Because Impossible is Nothing”

 

Rahasia #17: Buatlah Impian, Goal dan apa yang anda inginkan dalam bentuk tertulis
The Power of Raising Your Standards
Kehidupan AR bisa berubah secara drastis setelah dia membuat keputusan dengan menaikkan level standart pribadinya, di level yang baru. Saat pertama dalam hidupnya, AR menulis dengan jelas apa yang dia inginkan, dan KOMITMEN untuk mencapainya selama hidupnya. AR mengidentifikasi kualitas apa saja yang harus dia ketahui, agar goalnya “Harus dicapai.” Kualitas disini meliputi : kepercayaan diri, fleksibility, sikap positip dan keyakinan untuk melakukan segala sesuatu yang harus dilakukan. Seperti merubah beberapa kebiasaan buruk yaitu: suka menunda, negative thinking, kemalasan. Hari dimana AR membuat Keputusan yang powerful (Masih ingat K Besar?) untuk menaikkan standart dirinya, hari itulah titik balik yang merubah hidupnya seperti saat ini.

Mengapa membuat K Besar dan menaikkan level standart begitu penting bagi AR? Karena AR sangat mendambakan impiannya terwujud. Dan jika dia tidak memaksa dirinya mencapai potensi maksimal, impiannya tidak akan pernah terwujud. Standart baru tersebut mengijinkan dia untuk menciptakan hasil dalam hidupnya yang dimasa lalu seperti tidak mungkin untuk diwujudkan.

Dalam wawancara khusus Februari 1994, di media ”Selling Magazine”, AR bertutur:
“Suatu waktu Anda mulai membuat keputusan jangka pendek untuk menghindari kesedihan jangka pendek. Anda menciptakan kesengsaraan di jangka panjang. Orang yang sukses, akan melakukan apa saja yang diperlukan di jangka pendek, karena mereka mempunyai visi jangka panjang, dan berkomitmen terhadap visinya. Dan saya berpikir itulah rahasia sukses.”

Put Your Dream & Desire in Writing
Saat AR memutuskan mulai mendisain masa depan baru bagi dirinya, AR tidak berhenti sampai di sini. Ia menjabarkan visinya secara lebih kongkret, secara tertulis.

Tepatnya di tahun 1983, AR memutuskan menciptakan masa depan yang sangat berbeda dengan hidup yang sebelumnya. AR men-set goalnya dan menuliskan segala sesuatu yang dia inginkan. AR menuliskan kepercayaan yang menghambatnya, dan menghancurkan semua hambatan yang melemahkan dia. AR menuliskan impiannya terus-menerus selama 3 jam, mencurahkan semua ide yang muncul saat itu, segala kemungkinan yang bisa dibayangkan tentang impiannya itu.
AR mulai dengan kata:
- Doing (apa yang ingin saya lakukan)
- Being (saya ingin menjadi apa)
- Having (apa yang ingin saya miliki)
- Creating (apa yang akan saya ciptakan)
- Experiencing (sesuatu yang ingin saya alami)
- Contributing (apa yang bisa saya sumbangkan)

AR menyusun semua goalnya dalam sebuah ‘Time LineÂ’ dalam kurun waktu 20 tahun. Penting untuk dicatat disini pesan yang disampaikan AR: “Saya tidak berhenti untuk berpikir, apakah saya bisa mewujudkan goal itu atau tidak. Secara sederhana saya mencari ide apapun yang bisa menginspirasi saya dan terus menuliskannya.”

Kini 25 tahun telah berlalu sejak AR menuliskan semua impiannya. Dan seperti bisa kita saksikan, AR telah meraih semua impiannya, yang telah ditulisnya saat itu.

Tapi mungkin terlintas dalam pikiran anda, apa ini bisa berhasil buat saya? Apakah saya bisa mencapai apa yang saya tuliskan?
Berikut saran AR untuk mengatasi keraguan itu:
”Janganlah pernah berpikir tentang impian anda, ”Ini tidak realistis… !” atau ”Saya tidak tahu bagaimana mungkin saya bisa mencapai semua itu.” Biarkan saja semua berjalan mengalir. Langkah yang paling penting selama proses ini adalah jangan memberi batasan pada diri anda. Miliki cukup keyakinan bahwa orang lain dapat mencapai goal mereka. Tidak ada alasan lagi, mengapa anda tidak bisa seperti mereka?”

(Cara untuk menuliskan impian bisa anda baca dan ikuti di Buku Awaken The Giant Within, bab 12: Obsesi hebat menciptakan masa depan)

Bagaimana AR mengawali karir sebagai Pembicara?
Pada saat mengikuti seminar, AR sangat terkesan dengan teknik NLP dalam membantu seseorang menyembuhkan fobia. AR juga tertarik mendalami terapi Gestalt, hypnosis Ericksonian dan NLP. Ketika ikut training tersebut, AR belajar menghilangkan pobia kurang dari satu jam, padahal penyembuhan tradisional memerlukan waktu 5 tahun lebih. Di Hari ke-15, AR menjadi psikolog dan psikiatri di kelas. Dia mengajak semua orang untuk mencari orang yang fobia dan menyembuhkannya. Semua memandang AR seperti orang gila. AR juga dianggap sebagai orang yang tidak berpendidikan. Tapi AR tidak peduli. AR diminta menunggu program sertifikasi 6 bulan berakhir lalu menjalani ujian. Namun AR tidak mau menunggu. Sepulang seminar, AR mulai mengadakan acara di radio dan TV Kanada serta Amerika. AR berkeliling kota menemui setiap orang dijalan, dan mewawancarai mereka. Jika mereka punya fobia, AR langsung membantunya menyembuhkan fobia yang mereka alami. Mulai dari fobia ketinggian, fobia makanan,
hewan, kecoa, ular maupun trauma kekerasan rumah tangga yang dialami dalam keluarga.

Inti pesannya satu : AR mempercayai bahwa Semua Perubahan bisa dibuat dalam sekejap. Termasuk mendisain masa depan dan mengatasi segala fobia. Penampilannya di seminar, radio dan televisi mengundang kontroversi saat itu. Khususnya para psikolog, psikiatri dan kalangan berpendidikan. Namun banyak juga yang mengalami perubahan hidup berkat seminar AR dan terapi2nya. Lambat laun orang mulai percaya dan menarik simpati pada AR. Bahkan tahun2 awal, AR menghabiskan 270 hari di jalan untuk memberi seminar.

Pengalaman saya di tahun 2005
Pengalaman ini saya tulis dengan tujuan ingin memberi inspirasi, khususnya bagi calon trainer atau siapapun yang ingin menapaki jalur trainer atau public speaker. Impian saya yang kedua yaitu Ingin menjadi trainer atau pembicara. Saya ingin membaktikan hidup saya untuk memberi nilai bagi kehidupan orang lain. Saya ingin suatu hari impian saya ini terwujud. Lalu saya menuliskan semua impian2 saya.

Apakah saya saat itu punya keyakinan bahwa saya bisa menjadi pembicara yang hebat?
Dengan tegas saya jawab : Tidak!
Karena sebelumnya saya termasuk bukan orang pede dalam berbicara dengan background yang kurang menguntungkan seperti cerita saya sebelumnya. Namun saya hanya punya satu titik keyakinan saja di dalam pikiran saya, bahwa suatu hari impian itu pasti terwujud.

Saya pun ’melahap’ banyak buku, mendengarkan audio dan melihat video course berbagai pembicara dunia, dan mengaplikasikan apa yang telah saya pelajari. Saya rancang materi yang saya kuasai. Mula-mula hanya durasi 1-2 jam. Lalu saya kontak semua teman dan relasi saya, saya beritahu mereka saya ingin berbagi ilmu memberi seminar GRATIS. Ada yang menyambut, ada juga yang tidak. Saya berfokus pada mereka yang mau. Segera jadwal seminar saya menjadi penuh. Dari satu seminar ke seminar saya lakukan brainstorming dengan peserta dan saya perbaiki beberapa kesalahan.

Ada juga cerita unik, sewaktu memberi seminar di Pasuruan, ternyata yang datang cukup banyak sekitar 75 orang. Akhirnya sebuah garasi disulap jadi tempat seminar. Sewaktu pulang, saya diberi oleh-oleh buah, sirup dan makanan khas daerah. Mungkin karena sebagian besar peserta adalah ibu-ibu darma wanita.
Ada banyak kisah dalam roadshow seminar tsb. Rekan-rekan trainer yang lain pasti punya pengalaman serupa. Dari sini, saya mulai bisa menetapkan sebuah harga yang layak untuk seminar saya.

Sebuah tantangan pernah saya alami sewaktu memberi pelatihan 3 hari untuk siswa dan guru di Lhokseumawe, Aceh. Pelatihan dengan topik Best Camp – To be Number one in school & life. Dimana suasana dan kultur agama yang sama sekali berbeda. Saya harus berjuang melakukan 2 hal yang berbeda. Pertama bagaimana saya bisa diterima dengan baik oleh semua peserta. Karena hal ini akan menentukan berhasil tidaknya pelatihan yang saya berikan. Ternyata sambutan sangat mengharukan. Dan di hari penutupan hadir juga pihak Yayasan Pendidikan Arun dan Kadiknas Lhokseumawe berkenan memberi sambutan. Benar apa yang disampaikan oleh AR, ada kepuasan tersendiri jika kita bisa memberi arti bagi kehidupan orang lain. Sesuatu yang bersifat batin dan spiritual yang tidak bisa dibeli dengan uang.

Kesempatan ini saya tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Bapak Errol Jonathans (Direktur Radio Suara Surabaya). Beliau, pribadi yang luar biasa, salah satu mentor saya di bidang Public Speaking yang membimbing saya di awal karir.

Berikut Pesan AR untuk topik ini:
“Anda harus menyatakan impian anda secara tertulis. Kekuatan dari impian yang tertulis, membuat anda mendapatkan sesuatu yang spesifik tentang goal anda. Tentang gambaran jelas apa yang anda inginkan. Dan ini akan bekerja seperti ‘MAGIC’ apa yang terjadi ketika anda mengambil pena di tangan kanan anda dan mulai menuliskan impian anda. Dalam pikiran anda, akan ada komentar seperti: ”Oh, saya mengira serius tentang hal ini!” (Pikiran anda akan mempunyai anggapan bahwa anda SERIUS dengan goal anda)
Maka pikiran anda akan bekerja seperti ’Servo Mechanism’ dan mulai memutar antena untuk mencari jalan bagaimana bisa membuat impian anda menjadi kenyataan.”

* Disinilah Hukum Ketertartarikan – LOA ”The Secret” bekerja dalam diri Anda. Untuk lebih jelasnya simak kembali film The Secret berulang-ulang.

Pertanyaan AR untuk refleksi diri:
· Apakah Anda memiliki impian 5 – 20 tahun mendatang? (ada yang sudah punya ada yang belum)
· Apakah impian Anda sudah anda buat dalam bentuk tertulis?
· Apakah impian Anda sudah meliputi beberapa segi kehidupan? (seperti: Financially, Spiritual, Phisics, Family, Emotional, Sosial, Contribution)
· Apakah Anda sudah melakukan Public Commitment terhadap impian Anda?
· Apakah Anda selalu meng-update impian Anda secara regular? (artinya membuat semakin jelas, bukan mengganti dengan yang baru)

“Everyone Can Change, Because Impossible is Nothing”

Rahasia #18: Kunci untuk mencapai goal anda adalah anda membuat sesuatu menjadi  ”harus”, dan ”buatlah diri anda tidak bisa hidup tanpa goal anda”
The Power of Commitment
Menuliskan goal dan impian adalah langkah krusial, dimana menurut penelitian, kurang dari 5 persen orang melakukan hal ini. Namun hanya menulis goal dan impian anda, tidak lah cukup. Milikilah keyakinan bulat dan menjadi KOMITMEN 100 persen untuk mencapai goal anda.

Apakah Impian Anda merupakan ”Keharusan” atau ”Seharusnya”?
Bagi kebanyakan orang, mendapatkan apa pun yang diinginkan jarang merupakan keharusan. Mereka ingin merintis usaha baru, tetapi bukan keharusan, kalau tidak tercapai ya tidak apa-apa. Jika sesuatu hanya sebuah Â’seharusnyaÂ’, dan bukan sebuah ’keharusan’, maka jarang kita akan dapat memperolehnya. Anda akan selalu menemukan alasan dan jalan untuk melepaskannya, dan berhenti berusaha pada saat menemui hambatan. Kalau AR tidak menganggap masa depannya adalah ’keharusan’, maka hidupnya akan tetap sebagai ’Tukang Kosek WC’.

Orang-orang seperti Sylvester Stallone, Steven Spielberg atau Donald Trump sukses bukan karena terlahir dengan lebih disiplin, lebih fokus, atau lebih beruntung dari kebanyakan orang. Yang membedakan adalah mereka membuat tujuan yang ingin dicapainya sebagai sebuah keharusan bagi diri mereka. Mereka tidak mau terima jika impiannya kandas di tengah jalan. Itulah mindset yang harus dimiliki setiap pribadi sukses.
Stallone Membuat Mimpinya jadi Bintang sebagai ”Keharusan”
Ada cerita lain dari Sylvester Stallone. Kalau anda melihat film Rocky, akan anda temui kemiripan dengan kehidupan Stallone yang sebenarnya (Film Rocky yang sudah beredar mulai Rocky 1 sd 5). Saya akan tambahkan sedikit cerita Stallone untuk memberi gambaran tentang topik ini (Lihat juga tulisan Rahasia #13).
Keluarga Stallone sangat miskin, bahkan ibunya terpaksa melahirkan dia di tangga pintu sebuah sekolah. Sebuah pukulan dari temannya membuat ia harus menderita kelainan saraf di bagian mukanya. Membuat sisi kanan wajahnya menjadi tidak normal. Ia juga terpaksa berbicara dengan gagap, dan ujung bibirnya selalu tertarik ke bawah. Dan menjadi lucu karena sesuai dengan namanya “Sylvester” yang diasosiasikan dengan film kartun kucing Looney Tunes. Dengan segala keterbatasannya itu Stallone bermimpi menjadi aktor dan memberi inspirasi bagi berjuta-juta orang melalui film-filmnya.
(Seperti anda tahu, banyak anak muda mimpi menjadi aktor, menjadi bintang…. perbedaan Stallone dengan anak-anak muda umumnya adalah mimpinya bukanlah sekedar harapan. Bagi Stallone, mimpinya adalah sebuah keharusan yang mutlak. Ia betul-betul mempunyai komitmen untuk melakukan apa saja yang diperlukan untuk merealisasikannya)
Pertama-tama ia mendaftar pada sebuah sekolah akting dan kemudian melakukan audisi. Dapat diduga, dengan aktingnya yang kaku, penampilan yang ‘dopey’, dan gaya bicara yang gagap, Stallone selalu ditolak pada peran apa pun yang diinginkannya. Tetapi ia tidak menyerah. Dengan tekun ia mengubah strateginya dan bertindak.
Cara dia mendapatkan peran pertamanya merupakan contoh bagaimana ia mau melakukan apa saja untuk mendapatkannya. Pada saat ia ditolak dalam suatu audisi, ia menarik kursi dan duduk di depan kantor manager, menolak pergi sampai mereka memberinya kesempatan. Sesudah duduk berjam-jam, mereka akhirnya tergerak atas keinginannya yang sangat kuat untuk mendapatkan kesempatan, dan memberinya peran. Walaupun ia hanya muncul selama beberapa menit sebagai figuran, ini sudah merupakan terobosan pertama baginya.
Sayangnya pengalaman tersebut hanya membawanya pada kegagalan-kegagalan berikutnya untuk mendapatkan peran lain. Pada suatu hari, ia pulang tanpa hasil, dan sampai dirumah ia diberondong dengan omelan-omelan istrinya. Dia menyarankan Stallone untuk menyerah, meninggalkan impian bodohnya, dan mencari pekerjaan lain yang menghasilkan uang. Ia pun menjawab, “Jika saya mendapatkan pekerjaan lain, saya akan kehilangan satu-satunya hal yang penting dalam hidup saya.” “Bila saya berhenti berusaha dan bekerja di bidang lain, berarti saya menjual mimpi saya.”
Pada titik terendah dalam hidupnya, ia menonton sebuah pertandingan tinju antara Mohammad Ali dan Chuck Webner, seorang petinju lemah yang menurut ramalan banyak orang akan dapat dirobohkan dalam 3 ronde. Yang tidak di duga oleh orang banyak adalah kemantapan dan kekerasan hati Webner.
Ia dapat menyelesaikan total 15 ronde melawan Ali hanya karena ia tidak mau menyerah.
Stallone sangat terinspirasi dengan tontonan tersebut dan muncul sebuah visi tentang sebuah film yang akan ia tulis naskahnya.
Ia mulai menulis selama 3 hari tanpa henti hingga dapat menyelesaikan manuskrip film “Rocky”. Ia sangat gembira dengan manuskripnya tersebut, karena dalam pikirannya ia tahu bahwa manuskrip tersebut akan menjadi sebuah film yang akan mengubah hidup dan nasibnya.
Namun, pada saat ia mulai menjual manuskripnya, semua orang berkata bahwa jalan ceritanya terlalu mudah ditebak dan tidak ada orang yang mau menonton film tinju. Sementara kebanyakan orang akan menyerah pada titik ini, namun Stallone tahu bahwa jika ia punya komitmen untuk melakukan apapun, ia akan menemukan jalannya. Dan seperti yang saya ceritakan kisah Rocky di Rahasia #13: Kekuatan sebuah Cerita, Stallone telah berhasil mencapai impiannya.
Pada waktu film Rocky diluncurkan dan mencapai box office, film ini mampu menghasilkan uang $171 juta dan dinominasikan untuk sepuluh academy awards. Spontan Sylvester Stallone melesat menjadi terkenal sebagai bintang laga. Tawaran main film segera membanjir, seperti: First Blood, Rambo, dan sekuel Rocky. Kesuksesan Stallone terjadi berkat fakta bahwa baginya menjadi aktor adalah sebuah keharusan. Ia percaya bahwa jika kita betul-betul punya komitmen, maka akan selalu ada jalan!

Pesan AR tentang topik ini:
“Perubahan bukanlah masalah kemampuan, tapi masalah KEMAUAN dan MOTIVASI.
Kalau anda belum berubah, anda hanya belum menemukan alasan yang kuat untuk berubah (pain). Kalau anda percaya berubah sekarang, hasil nantinya akan massive pleasure. Bila saya tidak berubah sekarang, maka SAYA MATI, mau tidak mau saya pasti berubah sekarang. Alasan orang berubah adalah menghubungkan PAIN (kesedihan) dengan tidak berubah. Dan menghubungkan PLEASURE (kesenangan) dengan membuat perubahan. Setelah Anda memutuskan untuk berubah, miliki KOMITMEN 100 persen dan lakukan apa saja yang bisa anda lakukan untuk mencapai impian anda.”

Demikian inti sari ”18 Rahasia Keberhasilan Anthony Robbins”. Jika ada kata / kalimat saya yang salah atau kurang berkenan dalam penulisan serial ini, mohon dimaafkan. Terima kasih juga kepada Bapak Moderator, yang telah mengijinkan saya memposting serial tulisan ini.

* Bagi Rekan-rekan milis yang telah mendapat manfaat atau pencerahan dari serial tulisan ini, dengan senang hati kami menerima sharing anda. Mudah-mudahan saya bisa menyertakan sharing anda dalam Ebook Anthony Robbins, yang juga akan saya bagikan secara Gratis.

 

Belajar Dari Kegagalan”Peristiwanya tidaklah penting. Tapi, respon pada peristiwa itu adalah segala-galanya” (I Ching).

Kegagalan menjadi teman akrab dalam kehidupan kita. Siapa yang merasa tidak pernah mengalami kegagalan dalam hidup ini satu kali pun? Hampir dipastikan tidak ada seorang pun.
Ada beragam sikap menghadapi kegagalan. Sering dalam menghibur kawan yang gagal, kita melontarkan ucapan umum, seperti “kegagalan adalah sukses yang tertunda” atau “kegagalan adalah awal kesuksesan” dan sebagainya. Tentu saja, mantra positif itu diucapkan dengan tulus dan menambah semangat. Namun, kalimat itu sering kita pakai lantaran kita tidak tahu apa yang harus kita katakan. Jadi, sekadar menghibur.

Sebenarnya, memiliki perbendaharaan dan frame positif tentang kegagalan merupakan salah satu benteng kokoh menghadapi serangan ‘virus kegagalan’ dalam hidup kita.
Sejarah mempunyai 1001 bukti. Banyak tokoh dunia sukses bukan karena mereka tidak pernah gagal. Tetapi, bagaimana mereka merespons, berpikir, bertindak, dan menyikapi kegagalan itulah yang justru mengantarkan mereka pada puncak kesuksesan. Jatuh bangun adalah proses biasa dalam meraih kesuksesan. Seperti puncak gunung tak akan dicapai tanpa melalui jalan naik-turun nan terjal. Bahkan, belukar dan kebuntuan jalan.

Setiap dari kita, termasuk Anda, perlu memiliki sebuah perbendaharaan atau pun referensi yang bisa kita jadikan pegangan saat mengalami kegagalan. Winston Churchill, misalnya, ia mengaku doyan membaca biografi tokoh terkenal saat semangatnya sedang turun. Buku itu membuat semangatnya bangkit. Ia merasa diteguhkan saat dirinya lemah dan tak berdaya.
Tak heran, salah satu cukilan pidatonya yang populer Never give up bisa jadi berasal dari penggalian inspirasi buku-buku itu. Memang, semangat itu menular seperti layaknya kemalasan juga sering menular. Janganlah jemu menimba energi-energi positif dari banyak hal, termasuk dari bacaan.

 

 

Kali ini, ada referensi menarik dari Joey Green dalam tulisannya berjudul The road to success is paved with failure. Tulisan Joey Green ini menjadi inspirasi penting untuk menghadapi kegagalan. Green berhasil menuliskan berbagai kisah maupun daftar orang yang sukses secara luar biasa setelah mengalami berbagai kekalahan pahit.
Di bidang bisnis, Joey Green memberi contoh kisah Walt Disney yang sempat saya singgung pekan lalu. Perusahaan animasi pertama Disney pernah pailit. Tapi, Disney mampu bangkit dan betapa besar bisnis hiburan yang ditawarkan dunia Disney sekarang ini. 

 

Ada juga Tom Monaghan. Dalam 20 tahun usahanya, ia bangkrut dua kali. Ia kehilangan hak kendali atas bisnisnya. Ia juga dituntut atas pelanggaran hak cipta. Namun, belakangan bisnisnya malah meroket dengan Domino’s Pizza-nya.Ada lagi Fred Smith, orang yang hanya mendapat C dalam salah satu proyeknya di Yale saat menuliskan idenya tentang jasa pengiriman semalam. Tapi, nilai itu tidak sebanding dengan Federal Express, industri raksasa pengiriman barang yang mendunia. Padahal ide itu pernah diacuhkan oleh gurunya.

Demikian juga perusahaan minuman Coca-Cola.

 

Pada tahun pertama, Coca-Cola hanya mampu menjual 400 botol. Tapi, sekarang Coca-Cola ada dimana-mana. Bahkan, tidak ada satu daerah pun yang tidak pernah kemasukan penetrasi Coca-Cola. Bahkan, gelombang Coca-Cola menjadi simbol nyata globalisasi yang sedang berlangsung. 

 

Alami penolakan
Sementara itu, Chester Carlson mencoba temuannya ke sekitar 20 perusahaan pada tahun 1940-an. Setelah bertahun-tahun mengalami penolakan, ia berhasil meyakinkan Haloid, perusahaan kecil di Rochester.
Haloid kemudian menjadi salah satu perusahaan raksasa untuk mesin fotokopi elektrostatik bernama XEROX Corporation.

Ada lagi Henry Ford. Dalam tiga tahun pertama membangun bisnisnya di bidang otomotif, Ford bangkrut dua kali. Namun, kegigihannya membuatnya dikenal dengan simbol mobil-mobil mewah bergengsi.Selain di bidang bisnis, Joey Green memberi contoh di bidang kesusastraan, perfilman, olah raga, dan nyanyian. Sebut saja Elvis Presley. Gurunya pernah memberinya nilai C dengan nada menghina saat ia duduk di L.C. Humes High School di Memphis.
Guru itu mencap dirinya sama sekali tidak bisa bernyanyi. Tapi, kini Elvis Presley menjadi penyanyi legendaris. Ada Michael Jordan yang pernah ditolak saat mau bergabung dengan klub basket sekolahnya. Tapi, Jordan pun jadi ikon bola basket legendaris.
Beatles juga pernah ditolak pada 1962 oleh dapur rekaman Decca, Pey, Philips, Columbia, dan HMV Labels. Juga Sigmun Freud yang buku karyanya hanya laku 600 buah dengan hanya mengantongi royalti US$250. Tapi, Freud dikenang sebagai Bapak Psikologi ternama.
Aktor Sylvester Stallone semasa kecil pernah dikeluarkan dari 13 sekolah dalam rentang 11 tahun. Profesornya di Universitas Miami mengolok-olok dirinya tidak berbakat akting.

 

Ia juga manjadi bahan tertawaan saat memainkan peran di film Dog Day Afternoon, Serpico, dan The GodFather.
Naskah filmnya Rocky ditolak oleh nyaris semua perusahaan. Tapi, sebuah perusahaan menerimanya dengan syarat Stallone tidak boleh main didalamnya.
Ada lagi Rudyard Kipling. Ia pernah menulis cerita dan mengirimkannya ke sebuah surat kabar di California pada 1888. Tapi, sang editor menolak. “Maaf Mr. Kipling. Anda tampaknya tidak tahu bagaimana menggunakan bahasa Inggris dengan baik,” kata editor itu. Belakangan, ia merupakan salah satu peraih nobel di bidang sastra
pada 1907.Nah, masih banyak contoh lainnya.

 

Anda pun bisa melihat sendiri orang-orang serupa di sekitar Anda. Ada satu benang merah yang menarik.
Saat Anda mengalami kegagalan, jangan kalang kabut. Jangan biarkan energi Anda habis terkuras hanya karena terbekap kegagalan.
Sungguh sangat arogan jika kita selalu berharap semua berjalan mulus tanpa kendala. Ambillah medali kemenangan dari setiap kegagalan yang kita alami. Kita tidak mungkin sukses tanpa memiliki keberanian untuk gagal.
Lihatlah mereka yang sukses itu. Mereka melewati berbagai tantangan dan kesulitan dengan jiwa besar. Kegagalan paling buruk adalah mereka yang mencoba, lalu kalah dan menyerah.
Dag Hammarskjold pernah bilang, jangan pernah mengukur tinggi sebuah gunung sebelum Anda mencapai puncaknya.
Karena, Anda kemudian akan melihat betapa rendahnya gunung itu. Tak ada kata menyerah!Sumber: Belajar dari kegagalan oleh Anthony Dio Martin

 

“Bayangkan hidup sebagai suatu permainan ketangkasan dimana kita harus memainkan keseimbangan 5 buah bola yang dilempar ke udara. Bola-bola tersebut  bernama : Pekerjaan, Keluarga, Kesehatan, Teman dan Spirit dan kita harus menjaga agar ke-5 bola ini seimbang di udara”.Kita akan segera mengerti bahwa ternyata “Pekerjaan” hanyalah sebuah bola karet. Jika kita menjatuhkannya maka ia akan dapat memantul kembali.
Tetapi empat bola lainnya * Keluarga, Kesehatan, Teman dan Spirit terbuat dari gelas. Dan jika kita menjatuhkan salah satunya maka ia akan dapat terluka, tertandai, tergores, rusak atau bahkan hancur berkeping-keping. Dan ingatlah *mereka tidak akan pernah kembali seperti aslinya.
Kita harus memahaminya benar dan berusaha keras untuk menyeimbangkannya. Bagaimana caranya?

  1. Tingkatkan terus nilai kita. Setiap orang akan terus menciptakan atau membuat peningkatan agar masing-masing diri kita special.
  2. Tetapkan tujuan dan sasaran Kita dengan mengaju pada apa yang kita anggap itu penting. Hanya Kita yang dapat mengerti dan merasa “apa yang terbaik untuk kita”.
  3. Perhatikan hal-hal yang dekat di hati kita, melekatlah padanya seakan-akan ia adalah bagian yang membuat kita hidup, dimana tanpanya, hidup mejadi kurang berarti.
  4. Terus menatap dan menapak ke masa depan. Satu hari hidup pada suatu waktu berarti hidup untuk
    seluruh waktu hidupmu.
  5. Tetap berjuang ketika masih ada sesuatu yang dapat kita berikan. Tidak ada yang benar-benar kalah sampai kita berhenti berusaha.
    Akuilah bahwa diri kita tidaklah sempurna. Ketidaksempurnaan inilah yang merupakan sulaman benang rapuh untuk mengikat kita satu sama lain.
  6. Hadapi resiko. Anggaplah resiko sebagai kesempatan kita untuk belajar bagaimana menjadi berani.
  7. Bukalah hati untuk Cinta yang memasuki hidupmu dengan berkata : “saya sedang jatuh cinta”. Cara tercepat mendapatkan cinta adalah dengan memberinya, cara tercepat untuk kehilangan cinta adalah dengan menggenggamnya sekencang mungkin, dan cara terbaik untuk menjaga agar cinta tetap tumbuh adalah dengan memberinya “sayap”.
  8. Tetap terus melangkah meskipun hidup tampak sangat cepat, sehingga kita tetap ingat dari mana kita berasal dan sedang menuju kemana kita.
  9. Ingatlah bahwa kebutuhan emosi terbesar dari seseorang adalah kebutuhan untuk merasa dihargai. Terus berupaya untuk belajar sesuatu. Ilmu pengetahuan adalah harta karun yang selalu dapat Kita bawa kemanapun tanpa membebani.
  10. Gunakan waktu dan kata-kata dengan baik. Karena keduanya akan terus kita ulang kembali jika telah lewat.Hidup adalah suatu perjalanan dimana setiap tahap sepanjang jalannya harus dinikmati.
  11. Dan akhirnya resapilah:
    MASA LALU adalah SEJARAH, MASA DEPAN merupakan Misteri, dan SAAT INI adalah KARUNIA.

 (sumber : milist sebelah)

“We spend too much time making a living and too little time making and living. – Kita menghabiskan terlalu banyak waktu untuk memenuhi tuntutan kehidupan tetapi terlalu sedikit waktu untuk menikmati hidup dan menjadikannya lebih berarti.” ~ Rachei DillonKita memang sering terjebak dengan bermacam kesibukan dan tak sempat menikmati kehidupan ini atau menjadikannya lebih berarti. Sehingga hidup ini serasa melelahkan. Untuk itu saya menulis sebuah buku yang membahas solusi mempermudah kehidupan, berjudul Simplify Your Life With Zen. Tidak saya sangka, para pembaca menyambut hangat kehadiran buku tersebut. Kemudian muncul banyak pertanyaan. Intinya mereka menanyakan apakah mungkin kita menjalani kehidupan dengan mudah di jaman yang serba sulit ini? Jawabnya kita sangat mungkin menjalani hidup dengan mudah, asalkan kita memahami dan mengerti caranya.
Langkah pertama untuk menjalani kehidupan dengan mudah adalah:

  • sesering mungkin bersyukur kepada Tuhan YME atas segala karunia yang sedang kita nikmati saat ini.
  • Jangan selalu berkeluh-kesah tentang apa-apa yang tidak kita miliki.

Banyak bersyukur kepada Tuhan YME akan membantu kita mendapatkan optimisme dan semangat untuk menjangkau impian yang belum berhasil kita wujudkan.

Rasa syukur terhadap Tuhan YME adalah sumber aura positif yang akan tercermin dalam sikap dan kalimat-kalimat kita. Aura positif tersebut merupakan magnet yang akan menarik segala sesuatu yang positif pula. Sehingga hal itu akan sangat mempengaruhi tingkat mudah dan tidaknya kita menjalani kehidupan ini.

Langkah kedua yang dapat memudahkan kita dalam menjalani kehidupan ini adalah

  • tidak memaksakan diri seperti orang lain.
  • Berbesarlah hati menerima bagaimanapun kondisi kita dengan segala tanggung jawab yang harus kita jalankan. Itu bukan berarti kita tak berusaha untuk mencapai hidup yang lebih baik, melainkan agar kita lebih mudah memfokuskan diri hanya untuk menunaikan tanggung jawab sebaik mungkin agar dapat menuai hasil semaksimal mungkin.

Sementara itu, sebagai manusia yang tak lepas dari kesalahan dan kekurangan, dalam kehidupan sehari-hari sering pula terbersit pikiran negatif. Jika hal itu terjadi, segeralah mengenyahkan pikiran negatif yang terlintas di dalam benak kita, agar kita senantiasa melihat sisi positif atau manfaat dibalik kejadian atau situasi yang sedang kita hadapi. Karena pikiran negatif itu hanya akan membebani langkah kita dalam menjalani kehidupan ini.
Kemudian belajarlah untuk ikhlas melepaskan apa yang sudah pernah kita miliki, setelah kita puas berupaya maksimal. Hidup akan terasa lebih ringan jika kita menerima penurunan kondisi fisik akibat bertambahnya usia, penurunan omset bisnis akibat berbagai gejolak krisis, berkurangnya respon dari orang lain karena sudah memasuki masa pensiun, dan lain sebagainya. Hiduplah dalam realitas diri kita dengan lapang dada, dan jangan menganggapnya sebagai coban hidup yang berat. Dengan cara itu, hidup kita akan terasa lebih ringan dijalani.
Segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang abadi, kecuali perubahan itu sendiri. Sehingga kita harus mempunyai kemauan untuk terus belajar banyak hal melalui berbagai cara, misalnya lewat internet, orang lain, seminar, buku dan lain sebagainya. Jika kita mempunyai ilmu atau wawasan yang lebih luas, maka sikap kita akan lebih terbuka dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan. Sehingga kita tak hanya mudah menjalani kehidupan, melainkan menjadikan segala sesuatu dalam kehidupan kita menjadi jauh lebih baik.

Faktor lain yang dapat meringankan langkah kita dalam menjalani kehidupan ini adalah memiliki hubungan sosial yang baik dan luas. Bahkan dikatakan bahwa dalam jaringan sosial yang baik dan luas tersimpan berbagai peluang yang menguntungkan dan memungkinkan kita untuk mewujudkan bermacam impian. Sehingga langkah lain yang harus kita tempuh agar lebih mudah menjalani kehidupan ini adalah menciptakan hubungan sosial yang baik dengan siapa pun dan tanpa tendensi apa pun.
Sementara itu, luangkan waktu untuk bersama dan memberikan perhatian kepada orang-orang tercinta. Curahan kasih sayang bersama orang-orang tercinta dalam berbagai aktifitas sederhana sekalipun, misalnya; saat makan, berkebun, bermain dengan anak-anak, membantu pasangan menyelesaikan tugas, merupakan sumber kedamaian dan keteduhan. Pengalaman menyenangkan selama beraktifitas dengan orang-orang tercinta akan menjadi inspirasi dan semangat baru yang meringankan langkah-langkah kita dalam menjalani kehidupan ini.
Jangan pula membiarkan stres atau depresi menggangu kesehatan dan ketentraman hidup kita. Hal itu akan menjadikan kehidupan kita serasa berat dan sulit. Oleh sebab itu, luangkanlah waktu untuk beribadah mendekatkan diri kepada Tuhan YME atau bermeditasi untuk introspeksi diri atau mengevaluasi langkah-langkah yang sudah kita lakukan. Kekuatan spiritual merupakan sumber kedamaian dan kebahagiaan hakiki, sehingga kita mampu bersikap lebih tabah, sabar, tenang dan optimis dalam menjalani kehidupan dengan langkah-langkah yang lebih baik.

Sebenarnya masih banyak langkah-langkah memudahkan kita menjalani kehidupan ini, yang secara garis besar menekankan pada keseimbangan kekuatan intelegensi, emosional dan spiritual serta keseimbangan pemenuhan kebutuhan materi, kesehatan, maupun hubungan sosial. Tetapi bila kita konsisten hanya dengan melaksanakan ke-9 langkah di atas, dipastikan kita dapat menjalani kehidupan ini dengan mudah. Lakukan saja tanpa menunda, dan rasakan dalam waktu relatif singkat kehidupan ini
terasa jauh lebih mudah.[aho]
* Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best seller

“Tidak ada satu pun di dunia ini yang dapat menggantikan ketekunan dan keteguhan hati. Itulah kunci sukses.” (Calvin Coolidge)

Bulan ini, kita baru saja mengenangkan jasa para pahlawan. Salah satu ciri utama seorang pahlawan adalah semangat perjuangannya. Semangat berjuang inilah yang mengantar bangsa ini mewujudkan cita-cita kemerdekaannya.
Sementara itu, kalau kita melihat kilas jejak orang-orang sukses, kita menemukan satu benang merah. Benang merah itu tak lain adalah fighting spirit (semangat juang) untuk mencapai kesuksesan itu.
Fighting spirit sangat dekat dengan semangat berkompetisi secara luar biasa. Hampir semua orang yang berprestasi memiliki fighting spirit yang membuat mereka unggul.
Nah, bagaimana kualitas fighting spirit Anda dalam merengkuh kesuksesan? Marilah kita simak bersama.
Thomas Alva Edison dikenal sebagai ilmuwan dan penemu luar biasa. Namun, kalau kita lihat latar kehidupannya, Edison bukanlah orang yang cerdas-cerdas amat. Dia gagal mengenyam pendidikan sampai selesai.
Diperkirakan IQ-nya hanya sekitar 110 sampai 120. Tuli sejak usia 11  tahun. Dia akrab dengan beragam penolakan.
Namun, dia tidak pernah patah arang. Sampai-sampai di laboratorium, dia menggoreskan catatan kecil. Katanya,” Kalau tidak ada pabrik yang mau membuat penemuan saya, sayalah yang akan membuat pabrik itu.” Baginya, pabrik atau mati. Nah, semangat ini mirip adagium para pahwalan kita: merdeka atau mati.
Sosok inspiratif lain adalah Napoleon Bonaparte. Setelah kalah perang, Napoleon dibuang ke Pulau Elba. Di masa pembuangan itu, Napoleon menuliskan  kegeramannya. “Sejak kecil saya tidak bisa berada di tempat lain selain berada di kelas teratas,” katanya. Menurut kesaksian istrinya Josephine, Napoleon tidak bisa menerima kekalahan kecil. Bahkan, dalam permainan catur sekalipun. Dia akan berupaya keras memenangi permainan.
Tak disangkal, semangat fighting spirit inilah yang membuat hasil-hasil dan prestasi yang luar biasa diciptakan.
Tanpa semangat ini, kita hanya akan berakhir dengan rekor yang biasa-biasa dan sedang-sedang saja. Mudah berpuas diri. Namun, semangat menjadi pemenang itulah yang menciptakan rekor -rekor dunia dan berbagai hal yang dianggap ‘tidak mungkin’ dapat dipatahkan.
Fighting spirit adalah semangat untuk berjuang tanpa mengenal menyerah. Keinginan untuk membuktikan bahwa kita bisa menjadi jauh lebih baik, bahkan bisa tampil menjadi pemenang meskipun harapan yang ada tampaknya tipis sekali. Bicara tentang hal ini, salah satu contoh yang baik adalah tatkala kita menonton film  pertarungan Rocky Balboa dalam film-film Rocky. Pertarungan yang diberikan Rocky adalah salah satu contoh yang baik dari makna fighting spirit.
Fighting spirit ini berlaku dalam setiap aspek kehidupan yang kita jalani. Fighting spirit mampu membuat kita mencapai level tertinggi dalam prestasi kita. Hal ini berarti, kita tidak mudah menyerah dalam bisnis yang kita jalani. Meski bertebaran komentar-komentar buruk disekeliling kita.

Tak patah arang
Tidak mudah patah arang saat di mana orang lain menyerah. Berani menantang diri. Rela berkorban serta memberikan diri secara total untuk mencapai suatu rekor prestasi. Dalam hal meraih tujuan bisnis, membuktikan kualitas kerja, melebihi standar kebutuhan klien, semuanya bisa kita capai dengan fighting spirit yang tinggi.
Semangat ini akan membuat orang bekerja secara tuntas dan prima.
Saya teringat kisah fighting spirit yang luar biasa dari seorang agen asuransi. Saat itu, cita-citanya adalah bisa membawa kedua orangtuanya ke luar negeri. Satu-satunya cara adalah memperoleh tiket mengikuti konferensi di luar negeri, sehingga dia bisa membawa orang tuanya.
Waktu untuk memenuhi target tinggal 2 bulan. Terlalu pesimistis, dan kebanyakan agen pasti mengatakan bahwa dalam dua bulan angkanya terlalu sulit dicapai. Namun, tidak demikian dengan rekan saya tersebut. Dia membulatkan lagi cita-citanya. Memetakan lagi rencananya. Lalu, mulai berjuang siang dan malam.
Waktu luangnya betul-betul ia pakai untuk mewujudkan cita-citanya itu. Dan tatkala diumumkan siapa-siapa yang berhasil mengikuti konferensi itu pada akhir tahun, namanya tercantum di situ. Dia berlutut ke tanah, menangis penuh kebahagiaan.
Kisah lain yang cukup mengesan adalah Michael Jordan, maestro dunia basket. Dirinya adalah bintang sejati yang tidak bisa menerima tantangan. Sampai-sampai pada 1998, Jordan berkata kepada reporter sebelum musim NBA mulai, “Kalau tidak ada tantangan, rasanya saya tidak bisa menunjukkan kepiawaian saya”.
Bahkan, pernah ketika pelatih dari New York Knick mengejeknya bahwa Jordan berusaha berbaik-baik dengan pemainnya untuk mendapatkan keuntungan di lapangan. Jordan begitu terbakar semangatnya, sehingga dia melumatkan the Knicks dengan kemenangan telak unggul 53 skor. Sebuah skor kemenangan yang fantastis.
Di bidang apa pun, para pahlawan dan orang-orang sukses ini menjadi saksi pentingnya fighting spirit ini. Tunjukkan bahwa kita tidak menerima begitu saja kritikan dan cercaan orang pada apa yang kita lakukan. Bahkan tunjukkan kita bisa memberikan hasil yang jauh lebih baik.
Jangan pula gampang menyerah sebelum pertandingan betul-betul usai. Selama masih ada waktu, kita masih punya peluang untuk meraih kemenangan dalam diri kita. Itulah yang kita pelajari dari Edison, Napoleon, Rocky Balboa, si agen asuransi serta Michael Jordan. Tanyakan sekali lagi, seberapa tangguh Anda telah berjuang?

ULAT KECIL YANG BERANI“Yong gan de xiao chong”
Dikisahkan, ada seekor ulat kecil sejak lahir menetap di daerah yang tidak cukup air sehingga sepanjang hidupnya dia selalu kekurangan makanan. Di dalam hati kecilnya ada keinginan untuk pindah dari rumah lamanya demi mencari kehidupan dan lingkungan yang baru. Tetapi, dari hari ke hari dia tidak juga memiliki keberanian untuk melaksanakan niatnya. Hingga suatu hari, karena kondisi alam yang semakin tidak bersahabat, si ulat terpaksa membulatkan tekad memberanikan diri keluar dari rumahnya, mulai merayap ke depan tanpa berpaling lagi ke belakang.
Setelah berjalan agak jauh, dia mulai merasa bimbang. Katanya dalam hati, “Jika aku sekarang berbalik kembali ke rumah lama rasanya masih keburu, mumpung aku belum berjalan terlalu jauh.
Karena kalau aku berjalan lebih jauh lagi, jangan-jangan jalan pulang pun takkan kutemukan lagi. Mungkin akhirnya aku tersesat dan… entah bagaimana nasibku nanti!”
Ketika Si Ulat sedang maju mundur penuh kebimbangan dan pertimbangan, tiba-tiba ada sebuah suara menyapa di dekatnya, “Halo ulat kecil! Apa kabar? Aku adalah Kepik. Senang sekali melihatmu keluar dari rumah lamamu. Aku tahu, engkau tentu bosan kekurangan makan karena musim dan cuara yang tidak baik terus menerus. Kepergianmu tentu untuk mencari kehidupan yang lebih baik, kan?”
Si Ulat pun bertanya kepada Si Kepik yang sok tahu, “Benar Kepik. Aku memutuskan pergi dari sarangku untuk kehidupan yang lebih baik. Apakah engkau tahu, apa yang ada di depan sana?” “Oh…Aku tahu, jalan ke depan yang akan kau lalui, walaupun tidak terlalu jauh tetapi terjal dan berliku. Dan lebih jauh di sana ada sebuah gua yang gelap yang harus kau lalui. Tetapi, setelah kamu mampu melewati kegelapan, aku beritahu, di pintu gua sebelah sana terbentang sebuah tempat yang terang, indah, dan sangat subur. Kamu pasti menyukainya. Di sana kau pasti bisa hidup dengan baik seperti yang kamu inginkan,” Si Kepik dengan bersemangat memberi dorongan kepada Si Ulat yang tampak ragu dan ketakutan.
“Kepik, apakah tidak ada jalan pintas untuk sampai ke sana?” Tanya Ulat. “Tidak sobat. Jika kamu ingin hidup lebih baik dari hari ini, kamu harus melewati semua tantangan itu. Nasehatku, tetaplah berjalan langkah demi langkah, fokuskan pada tujuanmu dan tetaplah berjalan. Niscaya kamu akan tiba di sana dengan selamat. Selamat jalan dan selamat berjuang sobat!” sambil berteriak penuh semangat, Si Kepik pun meninggalkan ulat.

Pembaca yang budiman,
Memang benar… kemenangan, kesuksesan, adalah milik mereka yang secara sadar, tahu apa yang menjadi keinginannya, sekaligus siap menghadapi rintangan apa pun yang menghadang, serta mau  memperjuangkannya habis-habisan melalui cara-cara yang benar sampai mencapai tujuan akhir, yaitu kesuksesan.
Pengertian sukses secara sederhana demikian ini telah di praktikkan oleh manusia sukses berabad-abad lampau sampai saat ini sesuai dengan bidangnya masing-masing.
Maka …untuk meraih kesuksesan yang maksimal, kita tidak memerlukan teori-teori kosong yang rumit. Cukup tahu akan nilai yang akan dicapai dan take action!
Ambil tindakan!
Salam Sukses Luar Biasa!!!
Andrie Wongso

Sepuluh tahun yang lalu, kalau saya ditanya apakah tip sukses saya, mungkin saya tidak bisa menjawab. Sekarang, sukses bagi saya bukanlah ketika buku saya menjadi best-seller atau ketika menerima pujian untuk artikel ilmiah yang diterbitkan di jurnal terkemuka di Inggris Raya.
Sukses bukan pula ketika saya dan suami berhasil juga  membeli rumah di San Francisco Bay Area dengan keringat sendiri setelah hampir sepuluh tahun merantau di Negeri Paman Sam.
Sukses bagi saya adalah mindset. Sukses adalah saya; saya adalah sukses. Sukses bukan tujuan, bukan pula perjalanan. Success is about being dan becoming.
Berani dan overconfident kedengarannya? Mungkin, yang jelas ribuan bahkan jutaan manusia “sukses” di dunia alias manusia bermental juara mempunyai mindset seperti ini.
Apakah Anda perlu menjadi juara tenis tingkat Wimbledon atau juara golf profesional di PGA Pebble Beach untuk disebut “sukses”?
Apakah Anda perlu mengendarai Corvette dan Lexus SUV hybrid? Jelas tidak. Seorang bermental juara alias bermindset “orang sukses” bisa jadi hanyalah seorang salesman saja.

Ambillah contoh Bill Porter, seorang salesman door-to-door dari Portland, Oregon yang terlahir dengan cerebral palsy. Ia berjalan kaki setidaknya 10 mil perhari selama 40 tahun dengan tertatih-tatih setiap hari tanpa mengeluh. Hebatnya, karena tubuhnya bagian kiri tidak bekerja sebagaimana orang normal, ia sebenarnya sangat sulit untuk berjalan tegak dan berbicara dengan jelas. (Baca www.billporter. com, filem Door to Door dan buku berjudul Ten Things I Learned from Bill
Porter oleh Shelly Brady.) Dengan penghasilan pas-pasan dari seorang salesman rumah ke rumah, jelas di mata orang awam ia tidaklah termasuk kategori “sukses secara finansial.”
Namun, bagi saya, Bill Porter adalah salah satu orang paling sukses di dunia yang amat sangat saya kagumi. Salah satu cita-cita saya adalah bertemu muka dengan beliau suatu hari.
Nah, lantas apa resep 10 tip sukses concoction ala Jennie?

  1. bersyukurlah atas hari ini. “Just to be alive is a grand thing,” kata Agatha Christie, salah satu novelis detektif terkemuka. Jauhkanlah perasaan depresi dan sedih tanpa juntrungan. Jalani setiap hari dengan hati penuh syukur. Ingatlah akan Bill Porter.  Kalau dia bisa jadi seorang salesman berhasil, apapun yang Anda inginkan sebenarnya pasti bisa tercapai.
  2. belajarlah seakan-akan Anda akan hidup selamanya, hiduplah seakan-akan Anda akan mati besok. Mohandas Gandhi pernah berkata demikian, “Live as if you were to die tomorrow, learn as if you were to live forever.” Belajar terus, upgrade diri terus dengan berbagai cara baik yang memerlukan effort maupun effortlessly.
  3. setiap ketrampilan pasti ada penggunanya. Ini saya dapat dari salah satu sahabat saya seorang wanita blonda dari San Diego. Sahabat saya Crystal ini pernah membesarkah hati saya, “There are all kinds of writers, there are all kinds of readers.” Ketika saya down karena merasa incompetent bertarung dengan penulis-penulis  lokal di sini, Crystal mengingatkan bahwa setiap jenis penulis pasti ada pembacanya (niche). Find your niche, so you find your place in the
    world.
  4. bukalah jalan sendiri, orisinil. Ralph Waldo Emerson once said, “Do not go where the path may lead, go instead where there is no path and leave a trail.” Jangan latah mengikuti orang lain, dengar kata hati dan ikutilah jalan yang belum kelihatan.
  5. belajar mencintai apa yang Anda punyai, bukan berangan-angan akan apa yang Anda tidak miliki. Use whatever you have at hand, impian hanya akan menjadi nyata kalau Anda menggunakan instrumen yang kasat mata saat ini juga.
  6. lihat apa yang kelihatan dan lihat apa yang belum kelihatan.
    Gunakan visi dan misi untuk mengenal apa yang Anda tuju. Seringkali, apa yang belum kelihatan adalah blue print untuk sukses Anda. Begitu kelihatan, ia akan menjadi semacam de ja vu.
  7. telan kepahitan hidup dan bersiap-siaplah dalam menyongsong hari baru. Setiap hari adalah hari baru. Bangunlah tiap pagi dengan hati yang curious akan apa yang akan Anda alami hari itu. Be excited, be courageous to start the day.
  8. semakin banyak Anda memberi, semakin banyak Anda akan menerima. The more you give, the more you get in return. Dalam marketing, ini mungkin disebut sebagai taktik public relations atau publicity. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, ini juga berlaku tanpa diselipi dengan iming-iming tertentu. Saya sendiri sudah membuktikannya. Semakin banyak kita memberi (dalam arti luas, tidak terbatas uang dan materi), semakin besar penghargaan dan berkat yang kita terima.
  9. jadilah mentor diri sendiri. What would Oprah do? Itu yang saya pakai sebagai ukuran. Saya tidak memilih Nabi atau pembesar negara, namun seorang wanita berkulit berwarna yang telah membalikkan nasibnya sendiri menjadi salah satu orang berpengaruh di dunia.
  10. saya eksis dengan maupun tanpa tubuh saya. Setidak-tidaknya sekali sehari, saya mengingatkan diri sendiri bahwa hidup ini bukanlah untuk selamanya. Maka berbuatlah terbaik pada saat ini juga. Jangan tunggu-tunggu lagi. “Just do it,” kata Cher di Farewell Concertnya beberapa tahun yang lampau. I do my best every chance I have.
    Berbuatlah terbaik di setiap kesempatan, karena itu mungkin yang terakhir.

Ingatlah sukses bukanlah tujuan, bukan pula perjalanan. Sukses adalah mindset. Bukan hanya cogito er go sum (saya berpikir maka saya ada), namun sum ego prosperitas (sukses adalah saya).

Sumber: Sepuluh Tip Sukses Right Here, Right Now (Jennie S)