Februari 2008


Wife: You always carry my photo in your handbag to the office. Why?
Hubby: When there is a problem, no matter how impossible, I look at your picture and the problem disappears.
Wife: You see, how miraculous and powerful I am for you?
Hubby: Yes, I see your picture and say to myself, “What other problem can there be greater than this one?”

Girl: When we get married, I want to share all your worries, troubles and lighten your burden.
Boy: It’s very kind of you, darling, But I don’t have any worries or troubles.
Girl: Well that’s because we aren’t married yet.

Son: Mom, when I was on the bus with Dad this morning, he told me to give up my seat to a lady.
Mom: Well, you have done the right thing.
Son: But mum, I was sitting on daddy’s lap.

Wife to husband: “What’s your excuse for coming home at this time of the night?”
Husband to wife: “Golfing with friends, my dear.”
Wife to husband: “What? At 2 am?”
Husband to wife: “Yes, We used night clubs.”

A newly married man asked his wife, “Would you have married me if my father hadn’t left me a fortune?”
“Honey,” the woman replied sweetly, “I’d have married you NO MATTER WHO LEFT YOU A FORTUNE”

Father to son after exam: “let me see your report card.”
Son: “My friend just borrowed it. He wants to scare his parents.”

“How was your blind date?” a college student asked her roommate.
“Terrible!” the roommate answered. “He showed ! up in his 1932 Rolls Royce.”
“Wow! That’s a very expensive car. What ’s so bad about that?”
“He was the original owner.”

A teacher asked her class for sentences using the word “beans”..
“My father grows beans,” said one student.
“My father cooks beans,” said another.
Then little Johnny spoke up: “We are all human beans.”

Interviewer to Millionaire: To whom do you owe your success as a millionaire? “
Millionaire: “I owe everything to my wife.”
Interviewer: “Wow, she must be some woman. What were you before you married her?”
Millionaire: “A Billionaire”

Girl to her boyfriend: One kiss and I’ll be yours forever.
The guy replies: Thanks for the warning.

A husband was asked: “Do you talk to your wife after sex?”
He replied: “Depends, if I can find a phone.”
Man to wife on wedding night: “Are you sure I’m the first man you are sleeping with?”
Wife replied: “Of course honey, I stayed awake with all the others!”

“Why did they stop printing PAMELA ANDERSON stamps in the U.S.?”
Answer: “Because people started licking the wrong side.”

A wife asked her husband: “What do you like most in me – my pretty face or my sexy body?”
He looked at her from head to toe and replied: “I like your sense of humour.”

Doctor to his lady patient: “You look terribly weak and exhausted! Are you having your meals three times a day as I have advised?”
Lady replied: “Doctor, I thought you said three males a day.”

Just for Fun ………… ……… ……..

Seorang tukang roti ditabrak metro mini, lalu polisi datang dan ber tanya, “Ada apa Pak??”
Si tukang roti yg uda sekarat menjawab, “da nanas, coklat, dan mocca..”
=========
Suatu malam BRAD PITT ke diskotik. Temen2 ga sabar bujuk dia supaya ikut bergoyang.:
“Ayo, goyang dong Brad! Goyang dong Brad!”.
Dari situlah lagu GOYANG DOMPRET tercipta.
======
When i see baby, i remember “TEDDY BEAR DOLL”.
When i see a little gril, i remember “BARBIE DOLL”.
But when i see u, i remember “PANADOL”.
======
Kalo orang bilang kamu judes,sabar aja.
Kalo orang bilang kamu reseh,senyumin aja.
Tapi kalo ada orang bilang kamu cakep/ cantik, tonjok aja karena itu FITNAH!!!
========
Suatu hari sebuah kelas berfoto bersama. Setelah foto jadi, Bu Guru membujuk anak-anak untuk membeli, tiap orang satu foto. Iapun berkata kepada murid-muridnya, “Kalian seharusnya membeli foto ini, mumpung semua teman kalian di sini lengkap terkumpul. Foto ini akan memberikan kenangan yang manis. Suatu hari nanti ketika kalian sudah besar-besar dan melihat foto ini, saya yakin kalian pasti akan senang.”
Tak seorangpun berkata-kata, lalu Bu Guru melanjutkan, “Coba bayangkan, nanti kalian akan melihat foto ini dan berkata, “Oh ini si Tina, sekarang jadi dokter. Ini Totok, sekarang jadi pejabat, ini Tari yang sekarang jadi artis, ini…”
Seorang murid lelaki di belakang menyela, “Yang ini Bu Guru, sekarang sudah meninggal
======
Dungu
Di ruang kuliah, seorang dosen senior sedang memarahi mahasiswanya: “Menjawab saja tidak becus, eh malah bercanda dan ngobrol seenaknnya. Sekarang sia-sia di sini, yang merasa dungu BERDIRI!!!!” sang dosen membentak.
Beberapa menit suasana hening. Tiba-tiba dari bangku belakang seorang mahasiswa berdiri.
“Jadi kamu yakin betul, kamulah si dungu itu???”
“Bukan begitu pak, saya cuma tidak tega melihat Bapak berdiri sendiri.”

Ada 26 orang gila, mereka mau di uji kesehatan mentalnya di Amerika. Mereka diangkut pake pesawat Hercules yang besar! Saat di udara, orang2 gila itu berisik karena bermain bola di dalam pesawat.
Sang kapten marah dan menyuruh co-pilot untuk menenangkan mereka. “Hoi! Berisik banget sih! Jangan maen bola di dalem pesawat dong!!!”, bentak co-pilot kepada orang2 gila.
Akhirnya situasi menjadi tenang. Tapi lama2 si kapten curiga karena situasinya terlalu tenang. Dia menyuruh lagi co-pilotnya untuk cek ke belakang.
Ketika co-pilot datang, dia kaget setengah hidup! (setengah mati juga sama aja kan :p). Orang gilanya tinggal 4 orang!!!
“Hei, kalian! Koq tinggal ber-4? Yang lain ke mana?”
“Abisnya ga boleh maen bola di dalem kapal sih.
Mereka jadi main bola di luar.”
“HAH?! Terus, kalian kenapa bisa ada di dalem?”
“Kan kita pemain cadangan…”
———— ——— ——— ——— ——— ——
Suatu siang di RSJ terkenal,terjadi percakapan antara dokter dan 2 pasiennya (Alex & Joni).
Dokter : “Alex,kamu harus minum obat kamu supaya cepat sembuh”
Alex : “Nggak mau, saya kan dewa. Saya nggak bisa mati”
Dokter: “Siapa bilang kamu dewa, kamu ngelindur lagi ya”
Alex : “Tuhan sendiri yg bilang pada saya tadi malam”
Joni : “Bohong dok, dia ngimpi. Saya nggak pernah bilang seperti itu ke dia.”
Dokter : “@$^&(_%&%#$ ….”
———— ——— ——— ——— ——— ——— -
Di suatu rumah sakit jiwa terdapat tiga pasien yang ingin di tes kewarasannya oleh sang dokter, maka dipanggillah pasien2 tersebut….
Dokter : “Pasien A, apa namanya ini ..?” (sambil nunjuk hidung)
Pasien A : “telinga dok ….”
Dokter : “ah… ternyata kamu belum waras”, sambil memanggil pasien kedua
Dokter : “apa namanya ini ..?” (sambil nunjuk mata)
Pasien B : “mulut dok….”
Dokter : “wah kamu lebih parah”, dan si dokter memanggil pasien terakhir….
Dokter : “apa namanya ini …?” (sambil nunjuk mulut)
Pasien C : “pasti mulut dong ….”
Dokter : “wah kamu udah agak baikan… , tapi sekali lagi yah…”
Dokter : “apa namanya ini ..?” (sambil nunjuk mata)
Pasien C : “wah dokter ini bagaimana sih, itu khan mata dok.”
Dokter : “ternyata kamu betul-betul sudah waras…..”
Pasien C : “iya dong dok, orang khan mikir pake ini..” (sambil nunjuk jidat)
Dokter : “apa namanya itu …?”
Pasien C : “pantat….. -..!!!!!”
Dokter : ” !@#$%…. ?????
———— ——— ——— ——— ——— —-
Seorang pasien rumah sakit jiwa menangkap seekor lalat dan digenggamnya di tangannya kemudian berkata kepada temannya…. “COBA TEBAK APA YANG ADA DITANGAN SAYA INI….”
temannya yang satu menjawab “…PASTI AYAM” “..SALAH…”
kemudian yang satu lagi menjawab “..KUCING… -….”
“MASIH SALAH….” yang lain lagi menjawab “…..KUDA.. -…” kemudian dijawab “…….KAMU BETUL,TAPI LAIN KALI JANGAN SUKA NGINTIP YA”
———— ——— ——— ——— ——— —-
Di RSJ seorang dokter hendak memeriksa tiga orang gila.
Tiga orang gila itu sedang duduk menunggu si dokter. tiba-tiba pintu terbuka, dokter masuk, dilihatnya orang gila satu sedang duduk sambil tersenyum, orang gila dua sedang jongkok menghadap dinding, dokterpun mencari-cari orang gila ketiga. Trus si dokter bertanya pada suster
“Sus, mana orang gila yang ketiga”
Jawab suster ” itu loh dok yang asyik baca email.”
 

Pernah dua orang karyawan, sebut saja si A dan si B, menghadap Bos besar. Kedua orang tersebut mengakui kehebatan diri mereka masing-masing di hadapan sang Bos. Si A  mengatakan, ”Kami perupa yang lebih utama.” Si B pun tak mau mengalah dan berkata, ”Punya kamilah semua yang istimewa.”
Akhirnya sang Bos pun memberikan perintah kepada mereka untuk membuktikan mana diantara hiasan mereka yang paling indah. Akhirnya mereka diberikan dua buah ruangan yang berhadapan satu dengan yang lainnya. Kesepakatan yang terjadi adalah bahwa mereka berdua harus menghias ruangan mereka masing-masing. Ruangan mana yang paling indah maka itulah pemenangnya. Si A berkata kepada Bos, ”Berikan kepada kami seratus warna!” Bos pun membuka gudangnya dan berkata, ”Apapun yang kau butuhkan untuk menghias ruanganmu ada di sana. Ambillah apapun yang kau butuhkan.” Di pihak lain, si B itu berkata kepada Bos, ”Kami tidak butuh warna, tidak perlu cat. Untuk karya kami, kami hanya butuh kaus penghilang karat.”
Maka dimulailah perlombaan menghias ruangan itu.
Keduanya menutup ruangan mereka masing-masing, agar mereka bisa menghias ruangan dan memberikan kejutan kepada Bos. Si A pun menghias ruangan dengan berbagai perhiasan yang Bos sediakan kepada dirinya. Begitu cantik dan mempesona seluruh hiasan dalam ruangan Si A tersebut. Sedangkan dalam ruangan Si B, setiap hari ia hanya menggosok ruangan itu dengan penuh telaten. Ia membersihkan seluruh bagian dari ruangan itu dan menggosoknya hingga tampak mengkilap seperti layaknya cermin.
Akhirnya tiba jualah hari yang mendebarkan itu. Kedua orang tersebut telah selesai menghias ruangan mereka masing-masing. Pada kesempatan pertama, Si A pun kemudian menyibak tirai yang menutupi ruangannya sehingga nampak oleh Bos sebuah pemandangan yang begitu indah dan luar biasa. Belum pernah dalam hidup Sultan, ia melihat ruangan yang secantik dan seindah itu. Bos begitu takjub dengan keindahan ruangan Si A tersebut. Dan kini tibalah giliran Si B tersebut untuk menyibakkan tirai yang menutupi ruangannya. Pada saat si B itu menyibak tirai ruangannya, tidak nampak satu pun perhiasan dalam ruangan tersebut, namun karena begitu mengkilapnya ruangan tersebut sehingga seluruh keindahan yang ada pada ruangan sebelah (ruangan Si A) terpantul dengan sangat indah pada ruangan Si B. Apa yang terlihat indah dalam ruangan si A menjadi semakin indah dalam pantulan sempurna pada ruangan Si B. Hal inilah yang kemudian membuat sang Bos memberikan kemenangan kepada si B, yang ternyata adalah seorang Internal Auditor.

“Bayangkan hidup sebagai suatu permainan ketangkasan dimana kita harus memainkan keseimbangan 5 buah bola yang dilempar ke udara. Bola-bola tersebut  bernama : Pekerjaan, Keluarga, Kesehatan, Teman dan Spirit dan kita harus menjaga agar ke-5 bola ini seimbang di udara”.Kita akan segera mengerti bahwa ternyata “Pekerjaan” hanyalah sebuah bola karet. Jika kita menjatuhkannya maka ia akan dapat memantul kembali.
Tetapi empat bola lainnya * Keluarga, Kesehatan, Teman dan Spirit terbuat dari gelas. Dan jika kita menjatuhkan salah satunya maka ia akan dapat terluka, tertandai, tergores, rusak atau bahkan hancur berkeping-keping. Dan ingatlah *mereka tidak akan pernah kembali seperti aslinya.
Kita harus memahaminya benar dan berusaha keras untuk menyeimbangkannya. Bagaimana caranya?

  1. Tingkatkan terus nilai kita. Setiap orang akan terus menciptakan atau membuat peningkatan agar masing-masing diri kita special.
  2. Tetapkan tujuan dan sasaran Kita dengan mengaju pada apa yang kita anggap itu penting. Hanya Kita yang dapat mengerti dan merasa “apa yang terbaik untuk kita”.
  3. Perhatikan hal-hal yang dekat di hati kita, melekatlah padanya seakan-akan ia adalah bagian yang membuat kita hidup, dimana tanpanya, hidup mejadi kurang berarti.
  4. Terus menatap dan menapak ke masa depan. Satu hari hidup pada suatu waktu berarti hidup untuk
    seluruh waktu hidupmu.
  5. Tetap berjuang ketika masih ada sesuatu yang dapat kita berikan. Tidak ada yang benar-benar kalah sampai kita berhenti berusaha.
    Akuilah bahwa diri kita tidaklah sempurna. Ketidaksempurnaan inilah yang merupakan sulaman benang rapuh untuk mengikat kita satu sama lain.
  6. Hadapi resiko. Anggaplah resiko sebagai kesempatan kita untuk belajar bagaimana menjadi berani.
  7. Bukalah hati untuk Cinta yang memasuki hidupmu dengan berkata : “saya sedang jatuh cinta”. Cara tercepat mendapatkan cinta adalah dengan memberinya, cara tercepat untuk kehilangan cinta adalah dengan menggenggamnya sekencang mungkin, dan cara terbaik untuk menjaga agar cinta tetap tumbuh adalah dengan memberinya “sayap”.
  8. Tetap terus melangkah meskipun hidup tampak sangat cepat, sehingga kita tetap ingat dari mana kita berasal dan sedang menuju kemana kita.
  9. Ingatlah bahwa kebutuhan emosi terbesar dari seseorang adalah kebutuhan untuk merasa dihargai. Terus berupaya untuk belajar sesuatu. Ilmu pengetahuan adalah harta karun yang selalu dapat Kita bawa kemanapun tanpa membebani.
  10. Gunakan waktu dan kata-kata dengan baik. Karena keduanya akan terus kita ulang kembali jika telah lewat.Hidup adalah suatu perjalanan dimana setiap tahap sepanjang jalannya harus dinikmati.
  11. Dan akhirnya resapilah:
    MASA LALU adalah SEJARAH, MASA DEPAN merupakan Misteri, dan SAAT INI adalah KARUNIA.

 (sumber : milist sebelah)

“We spend too much time making a living and too little time making and living. – Kita menghabiskan terlalu banyak waktu untuk memenuhi tuntutan kehidupan tetapi terlalu sedikit waktu untuk menikmati hidup dan menjadikannya lebih berarti.” ~ Rachei DillonKita memang sering terjebak dengan bermacam kesibukan dan tak sempat menikmati kehidupan ini atau menjadikannya lebih berarti. Sehingga hidup ini serasa melelahkan. Untuk itu saya menulis sebuah buku yang membahas solusi mempermudah kehidupan, berjudul Simplify Your Life With Zen. Tidak saya sangka, para pembaca menyambut hangat kehadiran buku tersebut. Kemudian muncul banyak pertanyaan. Intinya mereka menanyakan apakah mungkin kita menjalani kehidupan dengan mudah di jaman yang serba sulit ini? Jawabnya kita sangat mungkin menjalani hidup dengan mudah, asalkan kita memahami dan mengerti caranya.
Langkah pertama untuk menjalani kehidupan dengan mudah adalah:

  • sesering mungkin bersyukur kepada Tuhan YME atas segala karunia yang sedang kita nikmati saat ini.
  • Jangan selalu berkeluh-kesah tentang apa-apa yang tidak kita miliki.

Banyak bersyukur kepada Tuhan YME akan membantu kita mendapatkan optimisme dan semangat untuk menjangkau impian yang belum berhasil kita wujudkan.

Rasa syukur terhadap Tuhan YME adalah sumber aura positif yang akan tercermin dalam sikap dan kalimat-kalimat kita. Aura positif tersebut merupakan magnet yang akan menarik segala sesuatu yang positif pula. Sehingga hal itu akan sangat mempengaruhi tingkat mudah dan tidaknya kita menjalani kehidupan ini.

Langkah kedua yang dapat memudahkan kita dalam menjalani kehidupan ini adalah

  • tidak memaksakan diri seperti orang lain.
  • Berbesarlah hati menerima bagaimanapun kondisi kita dengan segala tanggung jawab yang harus kita jalankan. Itu bukan berarti kita tak berusaha untuk mencapai hidup yang lebih baik, melainkan agar kita lebih mudah memfokuskan diri hanya untuk menunaikan tanggung jawab sebaik mungkin agar dapat menuai hasil semaksimal mungkin.

Sementara itu, sebagai manusia yang tak lepas dari kesalahan dan kekurangan, dalam kehidupan sehari-hari sering pula terbersit pikiran negatif. Jika hal itu terjadi, segeralah mengenyahkan pikiran negatif yang terlintas di dalam benak kita, agar kita senantiasa melihat sisi positif atau manfaat dibalik kejadian atau situasi yang sedang kita hadapi. Karena pikiran negatif itu hanya akan membebani langkah kita dalam menjalani kehidupan ini.
Kemudian belajarlah untuk ikhlas melepaskan apa yang sudah pernah kita miliki, setelah kita puas berupaya maksimal. Hidup akan terasa lebih ringan jika kita menerima penurunan kondisi fisik akibat bertambahnya usia, penurunan omset bisnis akibat berbagai gejolak krisis, berkurangnya respon dari orang lain karena sudah memasuki masa pensiun, dan lain sebagainya. Hiduplah dalam realitas diri kita dengan lapang dada, dan jangan menganggapnya sebagai coban hidup yang berat. Dengan cara itu, hidup kita akan terasa lebih ringan dijalani.
Segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang abadi, kecuali perubahan itu sendiri. Sehingga kita harus mempunyai kemauan untuk terus belajar banyak hal melalui berbagai cara, misalnya lewat internet, orang lain, seminar, buku dan lain sebagainya. Jika kita mempunyai ilmu atau wawasan yang lebih luas, maka sikap kita akan lebih terbuka dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan. Sehingga kita tak hanya mudah menjalani kehidupan, melainkan menjadikan segala sesuatu dalam kehidupan kita menjadi jauh lebih baik.

Faktor lain yang dapat meringankan langkah kita dalam menjalani kehidupan ini adalah memiliki hubungan sosial yang baik dan luas. Bahkan dikatakan bahwa dalam jaringan sosial yang baik dan luas tersimpan berbagai peluang yang menguntungkan dan memungkinkan kita untuk mewujudkan bermacam impian. Sehingga langkah lain yang harus kita tempuh agar lebih mudah menjalani kehidupan ini adalah menciptakan hubungan sosial yang baik dengan siapa pun dan tanpa tendensi apa pun.
Sementara itu, luangkan waktu untuk bersama dan memberikan perhatian kepada orang-orang tercinta. Curahan kasih sayang bersama orang-orang tercinta dalam berbagai aktifitas sederhana sekalipun, misalnya; saat makan, berkebun, bermain dengan anak-anak, membantu pasangan menyelesaikan tugas, merupakan sumber kedamaian dan keteduhan. Pengalaman menyenangkan selama beraktifitas dengan orang-orang tercinta akan menjadi inspirasi dan semangat baru yang meringankan langkah-langkah kita dalam menjalani kehidupan ini.
Jangan pula membiarkan stres atau depresi menggangu kesehatan dan ketentraman hidup kita. Hal itu akan menjadikan kehidupan kita serasa berat dan sulit. Oleh sebab itu, luangkanlah waktu untuk beribadah mendekatkan diri kepada Tuhan YME atau bermeditasi untuk introspeksi diri atau mengevaluasi langkah-langkah yang sudah kita lakukan. Kekuatan spiritual merupakan sumber kedamaian dan kebahagiaan hakiki, sehingga kita mampu bersikap lebih tabah, sabar, tenang dan optimis dalam menjalani kehidupan dengan langkah-langkah yang lebih baik.

Sebenarnya masih banyak langkah-langkah memudahkan kita menjalani kehidupan ini, yang secara garis besar menekankan pada keseimbangan kekuatan intelegensi, emosional dan spiritual serta keseimbangan pemenuhan kebutuhan materi, kesehatan, maupun hubungan sosial. Tetapi bila kita konsisten hanya dengan melaksanakan ke-9 langkah di atas, dipastikan kita dapat menjalani kehidupan ini dengan mudah. Lakukan saja tanpa menunda, dan rasakan dalam waktu relatif singkat kehidupan ini
terasa jauh lebih mudah.[aho]
* Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best seller

“Tidak ada satu pun di dunia ini yang dapat menggantikan ketekunan dan keteguhan hati. Itulah kunci sukses.” (Calvin Coolidge)

Bulan ini, kita baru saja mengenangkan jasa para pahlawan. Salah satu ciri utama seorang pahlawan adalah semangat perjuangannya. Semangat berjuang inilah yang mengantar bangsa ini mewujudkan cita-cita kemerdekaannya.
Sementara itu, kalau kita melihat kilas jejak orang-orang sukses, kita menemukan satu benang merah. Benang merah itu tak lain adalah fighting spirit (semangat juang) untuk mencapai kesuksesan itu.
Fighting spirit sangat dekat dengan semangat berkompetisi secara luar biasa. Hampir semua orang yang berprestasi memiliki fighting spirit yang membuat mereka unggul.
Nah, bagaimana kualitas fighting spirit Anda dalam merengkuh kesuksesan? Marilah kita simak bersama.
Thomas Alva Edison dikenal sebagai ilmuwan dan penemu luar biasa. Namun, kalau kita lihat latar kehidupannya, Edison bukanlah orang yang cerdas-cerdas amat. Dia gagal mengenyam pendidikan sampai selesai.
Diperkirakan IQ-nya hanya sekitar 110 sampai 120. Tuli sejak usia 11  tahun. Dia akrab dengan beragam penolakan.
Namun, dia tidak pernah patah arang. Sampai-sampai di laboratorium, dia menggoreskan catatan kecil. Katanya,” Kalau tidak ada pabrik yang mau membuat penemuan saya, sayalah yang akan membuat pabrik itu.” Baginya, pabrik atau mati. Nah, semangat ini mirip adagium para pahwalan kita: merdeka atau mati.
Sosok inspiratif lain adalah Napoleon Bonaparte. Setelah kalah perang, Napoleon dibuang ke Pulau Elba. Di masa pembuangan itu, Napoleon menuliskan  kegeramannya. “Sejak kecil saya tidak bisa berada di tempat lain selain berada di kelas teratas,” katanya. Menurut kesaksian istrinya Josephine, Napoleon tidak bisa menerima kekalahan kecil. Bahkan, dalam permainan catur sekalipun. Dia akan berupaya keras memenangi permainan.
Tak disangkal, semangat fighting spirit inilah yang membuat hasil-hasil dan prestasi yang luar biasa diciptakan.
Tanpa semangat ini, kita hanya akan berakhir dengan rekor yang biasa-biasa dan sedang-sedang saja. Mudah berpuas diri. Namun, semangat menjadi pemenang itulah yang menciptakan rekor -rekor dunia dan berbagai hal yang dianggap ‘tidak mungkin’ dapat dipatahkan.
Fighting spirit adalah semangat untuk berjuang tanpa mengenal menyerah. Keinginan untuk membuktikan bahwa kita bisa menjadi jauh lebih baik, bahkan bisa tampil menjadi pemenang meskipun harapan yang ada tampaknya tipis sekali. Bicara tentang hal ini, salah satu contoh yang baik adalah tatkala kita menonton film  pertarungan Rocky Balboa dalam film-film Rocky. Pertarungan yang diberikan Rocky adalah salah satu contoh yang baik dari makna fighting spirit.
Fighting spirit ini berlaku dalam setiap aspek kehidupan yang kita jalani. Fighting spirit mampu membuat kita mencapai level tertinggi dalam prestasi kita. Hal ini berarti, kita tidak mudah menyerah dalam bisnis yang kita jalani. Meski bertebaran komentar-komentar buruk disekeliling kita.

Tak patah arang
Tidak mudah patah arang saat di mana orang lain menyerah. Berani menantang diri. Rela berkorban serta memberikan diri secara total untuk mencapai suatu rekor prestasi. Dalam hal meraih tujuan bisnis, membuktikan kualitas kerja, melebihi standar kebutuhan klien, semuanya bisa kita capai dengan fighting spirit yang tinggi.
Semangat ini akan membuat orang bekerja secara tuntas dan prima.
Saya teringat kisah fighting spirit yang luar biasa dari seorang agen asuransi. Saat itu, cita-citanya adalah bisa membawa kedua orangtuanya ke luar negeri. Satu-satunya cara adalah memperoleh tiket mengikuti konferensi di luar negeri, sehingga dia bisa membawa orang tuanya.
Waktu untuk memenuhi target tinggal 2 bulan. Terlalu pesimistis, dan kebanyakan agen pasti mengatakan bahwa dalam dua bulan angkanya terlalu sulit dicapai. Namun, tidak demikian dengan rekan saya tersebut. Dia membulatkan lagi cita-citanya. Memetakan lagi rencananya. Lalu, mulai berjuang siang dan malam.
Waktu luangnya betul-betul ia pakai untuk mewujudkan cita-citanya itu. Dan tatkala diumumkan siapa-siapa yang berhasil mengikuti konferensi itu pada akhir tahun, namanya tercantum di situ. Dia berlutut ke tanah, menangis penuh kebahagiaan.
Kisah lain yang cukup mengesan adalah Michael Jordan, maestro dunia basket. Dirinya adalah bintang sejati yang tidak bisa menerima tantangan. Sampai-sampai pada 1998, Jordan berkata kepada reporter sebelum musim NBA mulai, “Kalau tidak ada tantangan, rasanya saya tidak bisa menunjukkan kepiawaian saya”.
Bahkan, pernah ketika pelatih dari New York Knick mengejeknya bahwa Jordan berusaha berbaik-baik dengan pemainnya untuk mendapatkan keuntungan di lapangan. Jordan begitu terbakar semangatnya, sehingga dia melumatkan the Knicks dengan kemenangan telak unggul 53 skor. Sebuah skor kemenangan yang fantastis.
Di bidang apa pun, para pahlawan dan orang-orang sukses ini menjadi saksi pentingnya fighting spirit ini. Tunjukkan bahwa kita tidak menerima begitu saja kritikan dan cercaan orang pada apa yang kita lakukan. Bahkan tunjukkan kita bisa memberikan hasil yang jauh lebih baik.
Jangan pula gampang menyerah sebelum pertandingan betul-betul usai. Selama masih ada waktu, kita masih punya peluang untuk meraih kemenangan dalam diri kita. Itulah yang kita pelajari dari Edison, Napoleon, Rocky Balboa, si agen asuransi serta Michael Jordan. Tanyakan sekali lagi, seberapa tangguh Anda telah berjuang?

ULAT KECIL YANG BERANI“Yong gan de xiao chong”
Dikisahkan, ada seekor ulat kecil sejak lahir menetap di daerah yang tidak cukup air sehingga sepanjang hidupnya dia selalu kekurangan makanan. Di dalam hati kecilnya ada keinginan untuk pindah dari rumah lamanya demi mencari kehidupan dan lingkungan yang baru. Tetapi, dari hari ke hari dia tidak juga memiliki keberanian untuk melaksanakan niatnya. Hingga suatu hari, karena kondisi alam yang semakin tidak bersahabat, si ulat terpaksa membulatkan tekad memberanikan diri keluar dari rumahnya, mulai merayap ke depan tanpa berpaling lagi ke belakang.
Setelah berjalan agak jauh, dia mulai merasa bimbang. Katanya dalam hati, “Jika aku sekarang berbalik kembali ke rumah lama rasanya masih keburu, mumpung aku belum berjalan terlalu jauh.
Karena kalau aku berjalan lebih jauh lagi, jangan-jangan jalan pulang pun takkan kutemukan lagi. Mungkin akhirnya aku tersesat dan… entah bagaimana nasibku nanti!”
Ketika Si Ulat sedang maju mundur penuh kebimbangan dan pertimbangan, tiba-tiba ada sebuah suara menyapa di dekatnya, “Halo ulat kecil! Apa kabar? Aku adalah Kepik. Senang sekali melihatmu keluar dari rumah lamamu. Aku tahu, engkau tentu bosan kekurangan makan karena musim dan cuara yang tidak baik terus menerus. Kepergianmu tentu untuk mencari kehidupan yang lebih baik, kan?”
Si Ulat pun bertanya kepada Si Kepik yang sok tahu, “Benar Kepik. Aku memutuskan pergi dari sarangku untuk kehidupan yang lebih baik. Apakah engkau tahu, apa yang ada di depan sana?” “Oh…Aku tahu, jalan ke depan yang akan kau lalui, walaupun tidak terlalu jauh tetapi terjal dan berliku. Dan lebih jauh di sana ada sebuah gua yang gelap yang harus kau lalui. Tetapi, setelah kamu mampu melewati kegelapan, aku beritahu, di pintu gua sebelah sana terbentang sebuah tempat yang terang, indah, dan sangat subur. Kamu pasti menyukainya. Di sana kau pasti bisa hidup dengan baik seperti yang kamu inginkan,” Si Kepik dengan bersemangat memberi dorongan kepada Si Ulat yang tampak ragu dan ketakutan.
“Kepik, apakah tidak ada jalan pintas untuk sampai ke sana?” Tanya Ulat. “Tidak sobat. Jika kamu ingin hidup lebih baik dari hari ini, kamu harus melewati semua tantangan itu. Nasehatku, tetaplah berjalan langkah demi langkah, fokuskan pada tujuanmu dan tetaplah berjalan. Niscaya kamu akan tiba di sana dengan selamat. Selamat jalan dan selamat berjuang sobat!” sambil berteriak penuh semangat, Si Kepik pun meninggalkan ulat.

Pembaca yang budiman,
Memang benar… kemenangan, kesuksesan, adalah milik mereka yang secara sadar, tahu apa yang menjadi keinginannya, sekaligus siap menghadapi rintangan apa pun yang menghadang, serta mau  memperjuangkannya habis-habisan melalui cara-cara yang benar sampai mencapai tujuan akhir, yaitu kesuksesan.
Pengertian sukses secara sederhana demikian ini telah di praktikkan oleh manusia sukses berabad-abad lampau sampai saat ini sesuai dengan bidangnya masing-masing.
Maka …untuk meraih kesuksesan yang maksimal, kita tidak memerlukan teori-teori kosong yang rumit. Cukup tahu akan nilai yang akan dicapai dan take action!
Ambil tindakan!
Salam Sukses Luar Biasa!!!
Andrie Wongso

Sepuluh tahun yang lalu, kalau saya ditanya apakah tip sukses saya, mungkin saya tidak bisa menjawab. Sekarang, sukses bagi saya bukanlah ketika buku saya menjadi best-seller atau ketika menerima pujian untuk artikel ilmiah yang diterbitkan di jurnal terkemuka di Inggris Raya.
Sukses bukan pula ketika saya dan suami berhasil juga  membeli rumah di San Francisco Bay Area dengan keringat sendiri setelah hampir sepuluh tahun merantau di Negeri Paman Sam.
Sukses bagi saya adalah mindset. Sukses adalah saya; saya adalah sukses. Sukses bukan tujuan, bukan pula perjalanan. Success is about being dan becoming.
Berani dan overconfident kedengarannya? Mungkin, yang jelas ribuan bahkan jutaan manusia “sukses” di dunia alias manusia bermental juara mempunyai mindset seperti ini.
Apakah Anda perlu menjadi juara tenis tingkat Wimbledon atau juara golf profesional di PGA Pebble Beach untuk disebut “sukses”?
Apakah Anda perlu mengendarai Corvette dan Lexus SUV hybrid? Jelas tidak. Seorang bermental juara alias bermindset “orang sukses” bisa jadi hanyalah seorang salesman saja.

Ambillah contoh Bill Porter, seorang salesman door-to-door dari Portland, Oregon yang terlahir dengan cerebral palsy. Ia berjalan kaki setidaknya 10 mil perhari selama 40 tahun dengan tertatih-tatih setiap hari tanpa mengeluh. Hebatnya, karena tubuhnya bagian kiri tidak bekerja sebagaimana orang normal, ia sebenarnya sangat sulit untuk berjalan tegak dan berbicara dengan jelas. (Baca www.billporter. com, filem Door to Door dan buku berjudul Ten Things I Learned from Bill
Porter oleh Shelly Brady.) Dengan penghasilan pas-pasan dari seorang salesman rumah ke rumah, jelas di mata orang awam ia tidaklah termasuk kategori “sukses secara finansial.”
Namun, bagi saya, Bill Porter adalah salah satu orang paling sukses di dunia yang amat sangat saya kagumi. Salah satu cita-cita saya adalah bertemu muka dengan beliau suatu hari.
Nah, lantas apa resep 10 tip sukses concoction ala Jennie?

  1. bersyukurlah atas hari ini. “Just to be alive is a grand thing,” kata Agatha Christie, salah satu novelis detektif terkemuka. Jauhkanlah perasaan depresi dan sedih tanpa juntrungan. Jalani setiap hari dengan hati penuh syukur. Ingatlah akan Bill Porter.  Kalau dia bisa jadi seorang salesman berhasil, apapun yang Anda inginkan sebenarnya pasti bisa tercapai.
  2. belajarlah seakan-akan Anda akan hidup selamanya, hiduplah seakan-akan Anda akan mati besok. Mohandas Gandhi pernah berkata demikian, “Live as if you were to die tomorrow, learn as if you were to live forever.” Belajar terus, upgrade diri terus dengan berbagai cara baik yang memerlukan effort maupun effortlessly.
  3. setiap ketrampilan pasti ada penggunanya. Ini saya dapat dari salah satu sahabat saya seorang wanita blonda dari San Diego. Sahabat saya Crystal ini pernah membesarkah hati saya, “There are all kinds of writers, there are all kinds of readers.” Ketika saya down karena merasa incompetent bertarung dengan penulis-penulis  lokal di sini, Crystal mengingatkan bahwa setiap jenis penulis pasti ada pembacanya (niche). Find your niche, so you find your place in the
    world.
  4. bukalah jalan sendiri, orisinil. Ralph Waldo Emerson once said, “Do not go where the path may lead, go instead where there is no path and leave a trail.” Jangan latah mengikuti orang lain, dengar kata hati dan ikutilah jalan yang belum kelihatan.
  5. belajar mencintai apa yang Anda punyai, bukan berangan-angan akan apa yang Anda tidak miliki. Use whatever you have at hand, impian hanya akan menjadi nyata kalau Anda menggunakan instrumen yang kasat mata saat ini juga.
  6. lihat apa yang kelihatan dan lihat apa yang belum kelihatan.
    Gunakan visi dan misi untuk mengenal apa yang Anda tuju. Seringkali, apa yang belum kelihatan adalah blue print untuk sukses Anda. Begitu kelihatan, ia akan menjadi semacam de ja vu.
  7. telan kepahitan hidup dan bersiap-siaplah dalam menyongsong hari baru. Setiap hari adalah hari baru. Bangunlah tiap pagi dengan hati yang curious akan apa yang akan Anda alami hari itu. Be excited, be courageous to start the day.
  8. semakin banyak Anda memberi, semakin banyak Anda akan menerima. The more you give, the more you get in return. Dalam marketing, ini mungkin disebut sebagai taktik public relations atau publicity. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, ini juga berlaku tanpa diselipi dengan iming-iming tertentu. Saya sendiri sudah membuktikannya. Semakin banyak kita memberi (dalam arti luas, tidak terbatas uang dan materi), semakin besar penghargaan dan berkat yang kita terima.
  9. jadilah mentor diri sendiri. What would Oprah do? Itu yang saya pakai sebagai ukuran. Saya tidak memilih Nabi atau pembesar negara, namun seorang wanita berkulit berwarna yang telah membalikkan nasibnya sendiri menjadi salah satu orang berpengaruh di dunia.
  10. saya eksis dengan maupun tanpa tubuh saya. Setidak-tidaknya sekali sehari, saya mengingatkan diri sendiri bahwa hidup ini bukanlah untuk selamanya. Maka berbuatlah terbaik pada saat ini juga. Jangan tunggu-tunggu lagi. “Just do it,” kata Cher di Farewell Concertnya beberapa tahun yang lampau. I do my best every chance I have.
    Berbuatlah terbaik di setiap kesempatan, karena itu mungkin yang terakhir.

Ingatlah sukses bukanlah tujuan, bukan pula perjalanan. Sukses adalah mindset. Bukan hanya cogito er go sum (saya berpikir maka saya ada), namun sum ego prosperitas (sukses adalah saya).

Sumber: Sepuluh Tip Sukses Right Here, Right Now (Jennie S)

Fraud Detection – Scenarios & Tests by Process

This guide provides examples of fraud, and analytical procedures used to detect these frauds in six areas:1. Cash and Cash Sales
2. Accounts Receivable/Sales
3. Inventory/Cost of Sales
4. Accounts Payable
5. Payroll
6. Other Fraud Areas

The guide can be used for training purposes to ensure auditors understand the types of illegal activities that can occur within standard business processes.


CASH AND CASH SALES

Petty Cash

1. Often overlooked because it is not material, petty cash can be the locus of fraud. If this fraud is not detected and corrected it can lead to larger amounts being taken.

2. One company in the southeast was defrauded of nearly $100,000 in petty cash funds.

TEST: Look for a pattern of frequent reimbursements and/or expenditures for services and/or expendable items, that is, no assets that can be substantiated.

Cash Sales

1. Cash sales provide opportunity for theft of cash.

2. Cash sales can be unreported.

TEST: Watch inventory turnover and inventory write offs . Prenumbered sales tickets should be used. All purchases of inventory should be identified by invoice and purchase order.

Kiting

1. Kiting is based on the fact that there is a two-day to two-week delay in clearing deposits and withdrawals.

2. It is the use or withdrawal of nonexistent funds from a checking account.

3. Funds are withdrawn before they clear and then are covered with new deposits.

4. In complex cases, double counting of funds is possible as funds are counted as present in one account and as a deposit waiting to clear in another account.

TEST: Look for delayed payments on accounts.


ACCOUNTS RECEIVABLE / SALES

Destruction of Ledgers

1. An accounts receivable clerk was able to intercept customer receipts. He then removed and destroyed the customer’s ledger card in order to hide the fraud. The out-of-balance condition was relatively small, so the auditor made an adjusting entry each month to make the subsidiary ledger agree with the general ledger.

2. Over a two-year period this pilferage amounted to a significant shortage.

TEST: Analysis of the steadily declining gross profit percentage. Upon investigation, the small adjustments were seen to be in total quite significant, and the pilferage was discovered.


Lapping

Payments made by customers are partly or entirely intercepted by employees and future payments are used to cover older deficits before the customers discover the error in their accounts. The scheme usually grows to the point where it is difficult to disguise. The employee then inserts a personal check to cover the deficit and is detected by this action, by customer complaints, or by an analysis of account aging.

1. A manager of a local branch intercepted customer payments and lapped them with later payments to divert attention from the theft.

2. The auditors’ confirmation letters included some of these accounts. The manager called the customers to explain that the auditor had made an error and to tell them how to respond on the confirmation.

3. At one point the lapping became difficult to cover and the manager inserted a personal check to collections to help bring things back into balance.

TEST: Look for a decrease in accounts receivables or an increase in aging of receivables.


Intercepting Receipts and Destroying Invoices

1. Hanah F. was a cashier for a company. The company prepared invoices in three forms, one for the customer, one for accounting, and one for the accounts receivable clerk.

2. Hanah functioned as both accounting and cash receipts clerk, because the company trusted her and because it did not emphasize controls.

3. To pay for a variety of personal needs, Hanah would intercept customer payments or replace them with cash from the cash drawer and destroy the two copies of the invoice.

4. Prenumbered forms were not reconciled, so eventually her thefts amounted to about $50,000.

TEST: Note how a poor control environment makes analytical review less effective. Unless amounts are large or some employee tips management off, this type of theft is difficult to detect.


Diverting Receipts and Manipulating Writeoffs

The computer personnel of a hospital were able to divert customer payments of more than $60,000. The computer records were manipulated to show that these accounts had been written off as uncollectible.

TEST: Watch the trend of receivables written off. There should be a predictable relationship to sales and to total receivables, over time and in comparison to the average for the industry.


Selling a Company

1. A new company was starting to experience a good bit of success; a related company offered to purchase the new company.

2. During the purchase negotiations, the owner of the small new company beefed up the sales and profit picture of the company by making purchases on his own account.

3. The eventual sales figure for the new company was determined by the net assets figure of the new company plus a figure for goodwill as a percent of net assets, so the owner was able to capitalize on these phony sales.

TEST: Inventory turnover analysis might show the problem, if the owner was not showing a shipment or credit to inventory for the sales. Also, analysis of customer mix of cash sales as a portion of total sales or comparison to production capacity might uncover the problem.


Sales on Consignment

1. Companies can boost reported sales by showing shipments of goods on consignment or on a trial basis as valid sales. A Company, maker of modular homes, followed this practice in 1970-1971. The modular homes were shipped to customers without a binding contract for purchase.

2. The company can keep attention away from such a situation by adding periodic credits and new charges so that the account appears active, even though no sale has occurred.

TEST: Watch inventory turnover; there should be a decline in turnover to reflect the slow moving, obsolete items. An aging of receivables, if not prepared or manipulated, might show up the problem. If the fraud is carried out on a small scale, it might be difficult to detect.

Intercompany Receivables

1. AX Company had a subsidiary, a brewery that was losing money badly. The brewery was transferred to a new entity called The Investment Company, another subsidiary of AX Company.

2. Then AX made loans to The Investment Company and carried them as accounts receivable. The Investment Co used the money to pay off the debts of the brewery. By shifting the debt around, Standard was able to obscure the fact of its failing ventures.

TEST: Careful analysis should be done of all intercompany transactions, receivables turnover, and large receivables balances.


INVENTORY/COST OF SALES

Excessive Write-downs

Excessive write-downs in one year can make it easier to steal sales in the following year. The relatively low amount for beginning inventory in the following year will make it easy to steal sales and still show a normal gross margin percentage.

Sheet Metal Case

1. Management had falsified the inventory tags and added the falsified tags to the box of tags the auditors had tested. The tags were added at night, and the auditor did not detect the fraud initially. Later, the auditor did an analytical review of inventory and discovered a significant decline in turnover.

2. To examine further, the auditor determined the space that would be needed to store the inventory claimed and determined that it substantially exceeded the warehouse space.

3. Looking back at the tags, the auditor noticed that some of the tags listed sheet metal weighing about 50,000 pounds-which was more than the yard equipment could carry.

4. Faced with discrepancies, management admitted the attempt to overstate inventory and profit and agreed to an adjustment.

TEST: Perform a reasonableness test of inventory quantity.

Internal Competitor

1. A salesman for a branch office opened a business that would compete with his employer’s.

2. Goods and services then were taken from the employer’s inventory and other employees.

TEST: Check inventory turnover, analysis of sales, gross margin, and profit performance, all of which must suffer if significant sales are stolen.

Supplies

1. The cost of packing and related supplies for a branch location has been rising steadily. The purchases are from local suppliers and from local cash working funds.

2. There was no inventory account for these purchases. The invoices were signed as approved by various employees, and receiving reports were signed. A handwriting expert indicated the signatures could not have been done by a person using his or her ordinary style of writing.

3. Upon investigation, the auditors found no inventory of the supplies.

4. The purchases were phony and four employees were discharged.

TEST: Steeply rising supplies expense.

Oil Corporation

Computer personnel at a New Jersey location manipulated the records of oil transfers to cover the theft of $20 million of fuel over seven years.

TEST: This kind of fraud is very difficult to detect. It involves the computer and collusion. Only when it is on such large scale that analytical tests will sense it, or when someone tells the story, will it be uncovered.

Repair Parts

A stock receiving clerk in the repair department of an appliance dealer, in collusion with a supplier, had the supplier deliver appliances to his home and bill the company for repair parts. Because the clerk received parts, he was able to falsify the receiving reports.

TEST: Do a detailed analysis of inventory by category.

The Branch X Case

1. A local branch of a large company had been experiencing a steady trend of losses. The internal audit staff investigated to determine the cause. Initially, no cause could be determined.

2. After constant probing of top management, the local manager said he had found the cause. A stockroom clerk had been stealing and had been fired, but the losses continued.

3. The local manager indicated that another clerk, a friend of the first, also had been involved and also had been fired.

4. This sequence was repeated for a third and fourth stockroom clerk, but the losses continued.

5. A second investigation by the internal audit department covered improper disbursements. The local manager had approved payments to friends for goods and services not received by the company. Several employees in the local branch had known of the problem but were afraid to say anything until it got too serious.

TEST: Do a detailed analysis of expense and trends for each category; do not rely on management’s explanations.

Railroad Co.

1. Railroad Co. merged with Central Railroad in 1972. Then Railroad Co. began a $200 million investment campaign, mostly in real estate, which demanded large amounts of cash.

2. The working capital problem was solved temporarily by borrowing Eurodollars at high interest rates and large amounts of commercial paper. The cash position was worsened by the interest cost, high executive salaries, large dividends, and difficulties in collecting receivables.

3. Railroad Co. failed to write off junk boxcars that had essentially no value. Other boxcars were re-routed so they could not be found. They then were repainted and sold to other railroads.

TEST: Check receivable turnover, inventory turnover, aging of receivables, fixed asset productivity analysis, and analysis of fixed charge coverage.

Phone Theft

1. A major telephone company was defrauded many years ago by a college student. The student recognized through examining computer listings thrown out in the trash that the telephone company had installed an automatic ordering system for installers.

2. Understanding the codes, the student was able to telephone the company’s computer over a touch-tone telephone and order parts to be delivered at authorized sites.

3. After delivery, the student picked up the orders and sold them on the black market.

4. When the student was turned in to the police by a fellow student, the telephone company was asked to determine how much the student had defrauded. The telephone company was unable to determine the size of the fraud, or even the fact that a fraud had occurred.

5. The system relied on authorized installers at predetermined construction sites to order parts. The company did not consider the fact that unauthorized people might request these parts.

6. Therefore, if an order was received from an authorized installer, for delivery of parts at an authorized site, the delivery was made.

7. Because the evidence produced by that transaction was electronic, and it contained all valid codes, there was no way to differentiate a fraudulent transaction from a valid transaction.

8. In this case, the student entered into plea bargaining and was able to escape with a six-month jail term. After 90 days, the student was out of jail and was hired by the telephone company as a consultant to prevent that type of computer crime from recurring.

TEST: Perform periodic analysis of quantities ordered by location.

Procurement Schemes

Procurement schemes are purchasing transactions that involve bribes, kickbacks, or conflict of interests situations.

1. Tailoring of specifications. The specifications for the purchase order are tailored so that the order will have to go to a certain firm, usually signaled by unusually tight specifications.

2. Collusion. Predetermined arrangements designate one of a group of bidders to receive the award. Perhaps several of the bidders are closely related.

3. Kickbacks. The purchasing agent receives a kickback on the amount of award.

TEST: Perform periodic analysis of purchased quantity by vendor.

False Bills of Lading

False bills of lading are fraudulent misstatements of the weight or the volume of goods shipped, with the overshipment being stolen.


ACCOUNTS PAYABLE

Unrecorded Liabilities

1. A company was nearly insolvent, but the executives did not want to see it fail because their outside financial interests were at stake.

2. To continue basic maintenance of plant and equipment, the executives loaned the company money using legitimate documents but failed to disclose the loan in financial reports.

3. Payments on the loan were charged to maintenance expense.

TEST: Analyze the relationship between recorded expenses and the physical aspects of the firm’s office, plant, and equipment. Evidence that expenses might be understated is also an indication of a possible unrecorded liability. False accounts payable are used to withdraw cash fraudulently from a company under the guise of a legitimate business expense. Often it happens between related companies or to phony companies. Disbursements not for a business purpose occur if management diverts cash from the company for personal uses by having personal items purchased through the company. Double billing is the submission of multiple invoices for the same products or services. If it is detected, the defense is usually that it was a “simple error.” Watch for a pattern of such errors.


PAYROLL

Employment Agency Expense

1. The personnel manager, in collusion with an employment agency, arranged to have many of the new direct hires and transfers charged as having been acquired through the employment agency.

2. The manager and the agent split the amount of the phony fees.

TEST: This fraud was detected by an analysis of employment expenses, which showed a significant increase in this expense. Also, the fraud could have been detected by comparing these expenses to the figures for other companies in the industry.

Computer Fraud

A programmer and computer operator in collusion were able to increase their pay fraudulently.

TEST: This fraud is hard to detect unless significant in amount or someone tells. In one case, the fraud was detected by manual analysis of payroll amounts, which disclosed that these employees had somewhat higher than average pay for their classification.

Business Expense Account

1. One executive was very tardy in repaying advances to his expense account, due to delays in reporting expenses and by other means.

2. An analysis of his account showed this pattern over many years.

3. The executive was investigated, and it was determined he was using the expense advance as an interest-free loan.

TEST: For each expense account analyze the relationship between average advances outstanding and average advance relative to average expense reported.

Double Dipping

1. A university professor has positions simultaneously at two local universities.

2. The fraud is detected when one of the universities asks about the amount of supplies, which seems too large for the size of the classes he is teaching.

TEST: Check use of supplies, company car, and so on. Compare reported financial data to reported operating data for discrepancies.

Phony Employees

1. A payroll clerk in a weak control environment was responsible for all phases of payroll accounting, including running the checks through the check-signing machine.

2. The clerk created phony employees and collected the pay for himself through petty cash and through phony bank accounts. Some of the phony employees were those who had been fired.

3. To divert attention, the clerk periodically fired the phony employees and hired new ones.

TEST: Analyze the relationship between operating and payroll data. Are they consistent? How do they compare to similar companies in the industry? Example: $2 million of a $15 million dollar payroll on a federal grant project.


OTHER FRAUD AREAS

Claims Department of Insurance Company

1. A claims department manager sets up his own company to investigate claims and pays himself from company funds for the investigation.

TEST: Examine the proportion of claims that are investigated. Analyze the total investigation costs over time and per claim, and compare to industry figures. Any change over time in the percentage of claims should be resolved and explained.

Shipping Expenses

1. A traffic manager creates his own transportation company and pays it for fictitious services.

2. In another case, a shipping manager had a budget for rental trucks to facilitate the orderly flow of shipments at peak times. The payments to rental truck agencies were fictitious and went into his pocket.

TEST: Compare total shipping costs to those of prior years and to the industry average. Estimate the shipping cost per item or per pound and compare with other shippers’ costs.

Advertising Expenses

In collusion with an advertising agent, a retail store manager agreed to purchase 16 one-minute local TV ads, with the idea that the agent would purchase eight of these ads and have the home office billed for all 16. The agent then would split a portion of the excess fee with the store manager.

TEST: Compare trends to prior years and to industry averages. This one could be difficult to detect if not substantial and no one tips off the auditor, unless there is a detailed regular investigation.

Payments to Contractors

Frequently errors and frauds can occur in payments to contractors.

TEST: Is the contract lump-sum or cost plus? Things to watch out for: (1) changes in contract, (2) solvency of the contractor, (3) ownership of plans and materials, (4) escalation clauses-they will make a lump-sum contract into a cost-plus contract, (5) the contractor’s controls for inventory and personnel-what are the chances we are paying for his employees’ fraud against him? Watch out if the contract is not specific on the following matters: overhead; field office expenses; small tools, repairs, maintenance; EDP charges; transportation; sales and other taxes; insurance coverage costs; freight; overtime and other wage premiums.

U.S. Inc.

1. U.S. Inc. showed bogus sales of real properties and other assets at substantial profit to the company.

2. The company wanted to bolster its stock price because one of the directors had a substantial amount of stock, and the stock was pledged as collateral on loans. The stock price had a significant effect on the director’s borrowing power.

TEST: Management pressures, management integrity. Review all nonoperating transactions for validity. Take note of management interests in stock price and their perceptions of how profit relates to stock price.


Arson for Profit

Fires may be set deliberately or property may be destroyed to collect insurance. The business press has reported that 20% to 30% of all fires are the result of arson.

TEST: The auditor should be alert to both under and over insurance coverage.

Halaman Berikutnya »